Paket "Makanan" di Bandara Itu Ternyata Berisi 172 Gigi Taring Beruang Madu

Kompas.com - 08/05/2019, 14:08 WIB
Gigi taring beruang madu yang disita Balai Karantina Pertanian Pekanbaru dan diserahkan ke pihak BBKSDA Riau, Rabu (8/5/2019). Dok. Karantina Pertanian Pekanbaru KOMPAS.com/IDON TANJUNGGigi taring beruang madu yang disita Balai Karantina Pertanian Pekanbaru dan diserahkan ke pihak BBKSDA Riau, Rabu (8/5/2019). Dok. Karantina Pertanian Pekanbaru

PEKANBARU, KOMPAS.com - Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Riau, menyerahkan 156 buah gigi taring beruang madu kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Rabu (8/5/2019).

Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru Rina Delfi menjelaskan, gigi taring beruang madu tersebut diamankan di kawasan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

"Gigi taring beruang ini merupakan hasil penahanan pada 24 Januari 2019 di kargo Bandara SSK II atas kerjasama petugas bandara dengan Karantina Pertanian Pekanbaru," jelas Rina saat konferensi pers di Balai Karantina Pertanian Jalan Pattimura, Pekanbaru, Riau.

Baca juga: BNNP Riau Razia 10 Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, 18 Pengunjung Positif Narkoba

Dia menjelaskan, temuan gigi taring beruang ini berawal saat petugas bandara memeriksa sebuah paket yang bertuliskan berisi makanan menggunakan X-ray. Petugas yang curiga, membuka paket tersebut dan menemukan beberapa gigi taring.

Petugas sempat mencoba menghubungi nomor telepon penerima dan pengirim barang tersebut, namun tidak tersambung.

Rina mengatakan, paket berisikan gigi hewan dikemas dalam kardus berukuran 26 x 20 x 14 sentimeter dan dikirim dari Pekanbaru dengan tujuan Jakarta Barat melalui jasa ekspedisi.

"Paket berisikan 172 gigi taring hewan, yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil berisikan 4 buah gigi," kata Rina.

Baca juga: Simpan Sabu dalam Sepatu, 2 Penumpang Lion Air Ditangkap di Pekanbaru

Dia menyebutkan, pengiriman gigi taring beruang madu tanpa sertifikat kesehatan dari karantina, melanggar Undang-Undang RI Nomor 16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No.82/2000 tentang Karantina Hewan.

Selain itu, pengiriman gigi taring beruang madu itu juga tidak dilengkapi dokumen Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN) dari BBKSDA Riau.

Untuk memastikan gigi taring itu milik satwa dilindungi yaitu beruang madu, Balai Karantina Pekanbaru telah melakukan indentifikasi.

"Gigi taring ini kita uji ke Pusat Penelitian LIPI di Bogor," kata Rina.

Dia menyampaikan, berdasarkan surat hasil pengujian dari LIPI No.B-1540/2019 disimpulkan bahwa sampel gigi yang dikirim memiliki kesamaan morfologi dengan spesimen acuan yaitu gigi taring beruang madu (helarctos malayanus).

Baca juga: Dikira Babi, Petani Karet Diserang 2 Beruang

Struktur anatomi bagian dalam gigi sampel, sesuai dengan struktur anatomi gigi pada umumnya, yaitu terdapat dentin dan celah pulpa. Delapan sampel gigi memendarkan warna kehijauan saat disinari sinar UV.

"Sehingga dipastikan mengandung fosfor seperti pada umumnya, serta adanya struktur mikroanatomiyang tampak saat diamati menggunakan scanning electron microscope. Terdapat pertemuan antara akar gigi dengan email," terang Riba.

Setelah meyakini bahwa sampel gigi hewan tersebut adalah gigi taring beruang madu, maka langsung diserahkan ke BBKSDA Riau.

"Yang kita serahkan 156 buah gigi taring dari total keseluruhan sebanyak 172 buah. Sebab sisanya digunakan untuk pengujian di LIPI dan sebagai sampel arsip," terang Rina.

Baca juga: Menpora Segera Perkenalkan Dang Du, Beruang Madu Maskot Porwil X Se-Sumatera di Bengkulu

Ia menjelaskan jika satu ekor beruang madu terdapat 4 gigi taring, maka jumlah spesies beruang madu yang terbunuh adalah sebanyak 43 ekor.

Terkait banyaknya temuan gigi taring beruang madu menunjukkan bahwa perburuan terhadap beruang madu masih tinggi di Riau maupun di wilayah Sumatera.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, M Mahfud mengaku akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menyelidiki kasus perburuan liar beruang tersebut.

"Akan kami selidiki kasus-kasus perburuan liar ini. Kami sudah beberapa kali menangani kasus perburuan beruang madu, tetapi kali ini paling besar. Saya sangat sedih melihat taring-taring beruang yang mati akibat perburuan liar ini," jelas Mahfud.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X