Jadi Terdakwa, Kader Gerindra Bantah Lakukan Politik Uang di Masjid

Kompas.com - 06/05/2019, 15:50 WIB
Terdakwa kasus tindak pidana pemilu dengan tuduhan berkampanye di tempat ibadah dan politik uang, N.R Kurnia Sari sementara memberikan penjelasan kepada wartawan usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Senin ( 6 / 5/2019). KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Terdakwa kasus tindak pidana pemilu dengan tuduhan berkampanye di tempat ibadah dan politik uang, N.R Kurnia Sari sementara memberikan penjelasan kepada wartawan usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Senin ( 6 / 5/2019).

SUKOHARJO, Kompas.com - Caleg DPR RI Partai Gerindra, N.R Kurnia Sari membantah telah kampanye dan melakukan politik uang di salah satu masjid di Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Ia mengaku mengaku hanya memberikan sosialisasi tata cara pencoblosan di salah satu masjid .

Bantahan itu disampaikan N.R Kurnia Sari itu saat diperiksa sebagai terdakwa kasus tindak pidana pemilu dengan tuduhan berkampanye di tempat ibadah sekaligus politik uang di Pengadilan Negeri Sukoharjo, Senin ( 6/5/2019) siang.

Baca juga: Gerindra Tuntut KPU Lakukan PSU di Beberapa TPS di Kota Magelang

Kurnia Sari diperiksa sebagai terdakwa setelah majelis hakim memeriksa saksi-saksi lainnya.


"Saya bawa spesimen surat suara lima. Saya mensosialisasikan lima spesimen surat suara. Bukan surat suara yang sekarang sampai ke meja hakim," ujar Kurnia Sari.

Di meja Majelis Hakim  terlihat barang bukti berupa spesimen surat suara pilpres yang telah tercoblos paslon nomer urut dua, uang tunai Rp 300.000 dan kalender bergambar terdakwa Kurnia Sari.

Kurnia Sari menjelaskan, sosilisasi yang dilakukan di paguyuban lansia di Gonilan itu tentang tata cara pencoblosan surat suara. Sehingga tidak ada permintaan dukungan untuk memilih dirinya dan capres tertentu.

Ditanya majelis hakim, soal beredarnya kalender bergambar dirinya sebagai caleg DPR RI dan spesimen surat suara pilpres mendukung paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga, Kurnia Sari mengaku tidak mengetahuinya.

Baca juga: Saksi Partai Gerindra Tolak Tanda Tangani Hasil Rapat Pleno KPU Magelang

Namun sebelum memasuki lokasi sosialisasi, ia memberikan bahan kampanye berupa kartu nama, kalander, hingga spesimen surat suara pilpres mendukung paslon capres-cawapres nomer urut dua kepada seorang warga bernama Handayani.

Menyoal tuduhan berkampanye di tempat ibadah, Kurnia Sari menyatakan dalam undangan lokasi sosialisasi berada dia aula serba guna. Setibanya di lokasi, ia diarahkan panitia untuk melakukan sosialisasi di dalam tempat ibadah.

Kurnia Sari mengaku sempat menolak, namun lantaran kondisi sudah hampir magrib terpaksa ia menerima tawaran panitia. Anggota DPRD Kota Solo itu mengaku hanya sebentar melakukan sosialisasi lalu pulang.

"Tidak ada tujuan saya kampanye di tempat ibadah. Karena saya diundang untuk sosilisasi tata cara pencoblosan di aula warga bukan di masjid. Kemudian dipindah ke masjid oleh yang mengundang saya," kata Kurnia Sari.

Baca juga: Diduga Suara Partai Dipindahkan, Gerindra Laporkan PPK Matangkuli ke Bawaslu

Menyoal lagu yang dinyanyikan untuk mendukung paslon capres tertentu, Kurnia Sari mengatakan lagu berbahasa Jawa ia lantunkan sebagai ajakan agar warga tidak golput.

Terkait tuduhan politik uang, Kurnia Sari mengatakan uang yang diberikan kepada paguyuban senilai Rp 300.000 untuk mengisi kas sebagai pengganti konsumsi.

"Kalau soal uang sepertinya tidak masuk dalam money politik. Kalau dikatakan money politik kan memberikan ke perorangan dan untuk memilih saya. Saya nyumbang ke paguyuban untuk pengganti konsumsi. Dan kalau untuk 30 orang itu kurang karena standar harganya per orang Rp 30.000," kata Kurnia Sari.

Baca juga: Diduga Suara Partai Dipindahkan, Gerindra Laporkan PPK Matangkuli ke Bawaslu

Ia pun tidak mengetahui jika memberikan uang dalam bentuk tunai dilarang dalam aturan. Menurutnya, di Solo ada batasan pemberian sebesar Rp 60.000 sesuai kesepakatan bersama.

Menghadapi tuntutan jaksa, Kurnia Sari hanya berdoa dan menyiapkan mental serta berharap Jaksa memebrikan tuntutan seringan-ringannya.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X