Ada Friendship Run di Borobudur Marathon 2019

Kompas.com - 04/05/2019, 22:07 WIB
Komunitas pelari di Surabaya mengikuti The Tour Borobudur Marathon 2019 yang digelar di Bangi Kopi, Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Sabtu (27/4/2019). KOMPAS.com/GHINAN SALMANKomunitas pelari di Surabaya mengikuti The Tour Borobudur Marathon 2019 yang digelar di Bangi Kopi, Jalan Wali Kota Mustajab, Surabaya, Sabtu (27/4/2019).


SEMARANG, KOMPAS.com – Ajang kejuaraan lari internasional Borobudur Marathon kembali digelar tahun 2019 ini.

Selain kategori lomba lari 10K, Half Marathon dan Marathon, panitia juga mengadakan kontes lari bertajuk Friendship Run.

Friendship Run adalah ajang yang dilaksanakan untuk mengakomodasi rekan-rekan maupun anggota keluarga dari para peserta Borobudur Marathon 2019. Ajang itu pertama kali digelar pada event tahun 2018 lalu.

Baca juga: Mengapa Borobudur Marathon Hanya Tampung 10.000 Peserta?

Pada penyelenggaran tahun ini, acara itu akan kembali digelar.

“Friendship run akan digelar H-1. Kami prediksi yang mendaftar akan banyak, sekitar 2.000 sampai 2.500 orang,” ujar Event Manager Harian Kompas, Budhi Sarwiadi, di Semarang, Sabtu (4/5/2019).

Kejuaraan lari taraf internasional itu digelar pada Minggu, 17 November 2019 di Komplek Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Sementara Friendship Run akan digelar pada sehari sebelumnya, Sabtu, 16 November 2019.

Budhi mengatakan, panitia akan membuka pendaftaran untuk jalur itu. Sembari itu, panitia sedang menyiapkan race terbaik untuk memeriahkan acara puncak.

“Kami sedang mencari rute terbaik. Yang pasti itu bisa untuk family, atau pelari yang ingin buat pemanasan,” tambahnya.

Baca juga: Daftar Borobudur Marathon 2019 lewat Ballot, Panitia Sediakan 8.000 Tiket

Pada penyelenggaraan tahun 2018 lalu, Friendship Run digelar di kawasan Candi Pawon, Borobudur, Sabtu (17/11/2018). Tahun ini mengambil etape sejauh 3 kilometer dengan start dan finish di Candi Pawon.

Dalam kegiatan Friendship Run tahun lalu ada sajian kuliner yang disediakan antara lain sop empal Muntilan, kupat tahu Magelang, enthok goreng Pucang, nasi lodeh jantung pisang, dan joglo pawon jajan pasar.

Tersaji pula mi ongklok Wonosobo, es murni Magelang, kopi luwak, dan kopi posong.

Pelari di kategori itu dapat menikmati sejumlah sajian yang tersedia tersebut setelah mereka mencapai garis finish. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

Regional
Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Regional
Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Regional
Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

Regional
Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Regional
Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Regional
Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X