Polisi Minta Google Hapus Rekomendasi Jalur Tanjakan Bundelan Yogyakarta

Kompas.com - 03/05/2019, 15:14 WIB
Petugas Kepolisian Mengevakuasi Bus di Tanjakan Bundelan, Ngawen, Gunungkidul, Kamis (2/5/2019)KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Petugas Kepolisian Mengevakuasi Bus di Tanjakan Bundelan, Ngawen, Gunungkidul, Kamis (2/5/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rekomendasi jalur dari Google Maps terkadang bisa menyesatkan. Hal itu yang terjadi pada  tanjakan Bundelan, Ngawen, Gunungkidul, Yogyakarta

Lantaran sopir mendapatkan rekomendasi jalur melewati tanjakan itu, sebuah kecelakaan terjadi pada Rabu (1/5/2019). Sebuah bus pariwisata terguling dan menyebabkan satu penumpang tewas.

Kecelakaan terjadi karena sopir tidak mengetahui medan jalan saat menggunakan aplikasi Google Maps.

Pihak Satlantas Polres Gunungkidul berupaya agar Google menghapus jalur tersebut untuk dilalui kendaraan besar.


Hal itu dikatakan oleh Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko kepada wartawan di Mapolres Gunungkidul, Jumat (3/5/2019).

 

"Kemarin dari penyelidikan awal, sopir mengaku baru pertama kali melewati jalur tanjakan Bundelan. Sopir mengatakan melalui jalur tersebut atas rekomendasi dari Google Maps," kata Mega. 

Baca juga: Bus Pariwisata Terguling di Yogyakarta, 35 Penumpang Jadi Korban

Untuk langkah ke depan, pihak kepolisian mengirimkan pesan ke Google agar tidak merekomendasikan jalur tersebut dilalui kendaraan dari Klaten menuju ke Gunungkidul.

Sebab, tanjakan tersebut dinilai curam, dan membahayakan bagi pengemudi. Disarankan bagi pengendara bisa melalui jalur Piyungan, Bantul. Bisa juga melalui tanjakan Sambeng, Ngawen. Atau melalui kecamatan Semin.

Sebulan yang lalu, tanjakan Bundelan juga mengakibatkan sebuah mobil keluarga masuk ke jurang karena tidak kuat menanjak.

"Pada apilikasi Google Maps juga ada kolom masukan atau saran kami juga sudah mengirim saran agar jalur tersebut harapannya ke depan jalur tanjakan Bundelan tidak ditampilkan pada aplikasi. Semoga saat arus mudik sudah tidak muncul di aplikasi,"ucapnya.

Baca juga: Polisi Sebut Bobot Bus Pariwisata yang Terguling Dilarang untuk Lewati Tanjakan Bundelan

Pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk memasang rambu-rambu lalu lintas permanen yang berisi kendaraan tidak boleh melintas di tanjakan Bundelan. Saat ini pihaknya sudah memasang sepanduk larangan melintas.

Polisi periksa sopir bus pariwisata

Disinggung terkait penyelidikan kecelakaan. Mega mengatakan sudah memeriksa sopir bus atasnama Agus Riyanto warga Grobogan, Jawa Tengah, namun belum ditetapkan tersangka.

Pihak kepolisian kemarin masih fokus untuk melakukan evakuasi terhadap bangkai bus yang terguling.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X