7 Fakta Aksi Kelompok Baju Hitam, Tinggalkan Trauma Siswa SLB hingga Polisi Didesak Tangkap "Otak" Pelaku

Kompas.com - 03/05/2019, 12:02 WIB
Ratusan anak muda dalam kelompok berbaju hitam diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIRatusan anak muda dalam kelompok berbaju hitam diamankan aparat Polrestabes Bandung di tengah perayaan May Day di Bandung, Rabu (1/5/2019).

KOMPAS.com - Kemunculan kelompok perusuh berbaju serba hitam di tiga kota saat May Day mendapat komentar para tokoh nasional.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mendesak polisi untuk menangkap "aktor utama" di balik kelompok perusuh tersebut.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyayangkan aksi Hari Buruh ternoda dengan aksi vandalisme serta trauma bagi warga di Kota Bandung.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Meninggalkan trauma bagi sejumlah warga di Bandung

Ilustrasi trauma dan kesedihanlolostock Ilustrasi trauma dan kesedihan

Salah satu pemilik warung di Bandung Enceng (43), menceritakan, sekitar pukul 11.30 WIB sekelompok remaja yang memakai busana serba hitam melintas di depan warungnya.

Tak berselang lama, keributan pecah. Tanpa dikethui penyebabnya, Enceng melihat kelompok itu lari kocar-kacir dikejar polisi.

"Mereka lari, mungkin panik, ada yang mendorong lemari tempat makanan. Piring semua pecah, mungkin lebih dari selusin," tutur Enceng saat ditemui, Kamis (2/5/2019).

Saat itu, sambung Enceng, sejumlah pemuda sempat masuk ke warung makannya untuk bersembunyi. Tak mau ambil resiko, Enceng langsung menghadang mereka.

"Ada yang ngumpet ke sini pakai baju hitam-hitam, saya usir saja. May Day itu tiap tahun ada, tapi baru kali ini ada keributan seperti ini," ujar Enceng yang sudah 15 tahun melapak di lokasi itu.

Baca Juga: Kelompok Baju Hitam Anarko, Perusuh yang Muncul di Bandung hingga Makassar

2. Anak-anak SLB takut berangkat sekolah

Sejumlah pemuda anggota kelompok baju hitam yang mengatasnamakan Anarko menaiki mobil Dalmas untuk dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar, Sumedang, Rabu (1/5/2019). Mereka diamankan polisi setelah membuat keributan di sela peringatan May Day di Bandung. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Sejumlah pemuda anggota kelompok baju hitam yang mengatasnamakan Anarko menaiki mobil Dalmas untuk dibawa ke Mako Brimob Polda Jabar, Sumedang, Rabu (1/5/2019). Mereka diamankan polisi setelah membuat keributan di sela peringatan May Day di Bandung.

Rasa trauma juga masih dialami oleh para siswa di SLB-C Plus Asih Manunggal, Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung.

Lokasi sekolah tersebut tepat di depan warung Enceng di Jalan Singaperbangsa, Kota Bandung. Tampak tembok sekolah itu penuh dengan ragam tulisan dan logo dari cat semprot.

Wiwin Wiartini, Kepala Sekolah SLB-C Plus Asih Manunggal, mengatakan saat kejadian tak ada aktivitas belajar di sekolah lantaran tengah libur.

Namun, ada beberapa pegawai yang tengah menyelesaikan tugas. Ia baru mengetahui ada keributan di depan sekolahnya setelah dikabari kerabatnya.

"Kami lagi di luar, ada teman-teman yang kebetulan kerja. Difoto lah kejadian itu, sudah nyebar di sosmed juga kan. Kami sempat kaget ada apa dengan sekolah kami. Ada sekitar 15 orang yang masuk ke sini, mereka diamankan polisi," tutur Wiwin.

Baca Juga: Pasca-aksi Kelompok Baju Hitam, Siswa Penyandang Disabilitas Takut ke Sekolah hingga Jejak Vandalisme Dimana-mana

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Regional
Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Regional
Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Regional
Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X