Luapan Air Kali Lamong Meluas, Bantuan Mulai Berdatangan

Kompas.com - 02/05/2019, 19:22 WIB
Bantuan kepada korban banjir akibat luapan kali lamong mulai berdatangan, salah satunya di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Kamis (2/5/2019). KOMPAS.com / HAMZAHBantuan kepada korban banjir akibat luapan kali lamong mulai berdatangan, salah satunya di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, Kamis (2/5/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Banjir akibat luapan Kali Lamong yang melanda empat kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus meluas.

Terbaru, khusus di Kecamatan Benjeng kini air bah sudah merendam sebanyak 16 desa dari yang sebelumnya hanya enam desa terendam.

Camat Benjeng, Arip Wicaksono mengatakan, desa terdampak banjir di wilayahnya bertambah sepuluh desa dari yang sebelumnya hanya melanda Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti, Bulurejo, dan Lundo.


"Sekarang sudah menjadi 16 desa (kebanjiran). Selain enam itu, ada juga Desa Balongtunjung, Balongmojo, Gluranploso, Bengkelolor, Dermo, Kedungsekar, Klampok, Karangankidul, Sirnoboyo, dan juga Desa Banter," ujar Arip saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Luapan Kali Lamong di Gresik Rendam Ribuan Rumah Warga dan Fasilitas Umum di Empat Kecamatan

Arip menyatakan, genangan air akibat luapan Kali Lamong juga merendam sejumlah rumah penduduk, fasilitas umum, dan juga jalan poros desa maupun jalan raya di sepuluh desa terdampak tersebut.

Dari catatan pihak kecamatan, untuk di Desa Balongtunjung ada sebanyak 25 rumah tergenang, Desa Gluranploso ada 10 rumah, Desa Dermo 144 rumah, Desa Kedungsekar 254 rumah, Desa Klampok 373 rumah, Desa Karangankidul 27 rumah, serta Desa Sinarboyo 500 rumah.

"Untuk ketinggian air berbeda-beda di setiap desa, antara 30 hingga 80 sentimeter, tapi ada juga yang sampai 100 sentimeter seperti di Desa Balongmojo. Air juga merendam SDN Dermo dan tempat ibadah yang ada di Desa Kedungsekar," terangnya.

Baca juga: Luapan Kali Lamong di Gresik Meluas, Rendam 1.133 Rumah Warga di 16 Desa

Sementara di satu sisi, bantuan untuk korban banjir mulai berdatangan. Salah satunya dari DPC Partai Gerindra Gresik, yang langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik, dengan langsung dipimpin oleh ketua DPC Partai Gerindra Gresik, Asluchul Alif.

"Melihat bencana ini kami merasa iba dan cukup prihatin. Kami tidak ingin datang menyapa saat kampanye saja, tapi juga setelahnya. Insya Allah, kalau nanti ditakdirkan jadi di legislatif, kami akan berjuang membantu warga untuk revitalisasi Kali Lamong supaya musibah banjir seperti ini tidak terus terulang setiap tahun," kata Alif.

Dalam kesempatan ini, jajaran DPC Partai Gerindra Gresik memberikan bantuan berupa 100 dus mie instan kepada warga di Desa Kedungrukem.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X