Viral, Video Remaja Dihukum Satpol PP Berguling-guling di Alun-alun Cianjur

Kompas.com - 29/04/2019, 14:15 WIB
Dua remaja dihukum berguling-guling di rumput sintetis Alun-Alun Cianjur, Selasa (23/04/2019) setelah kedapatan berbuat mesum di salahsat sudut fasilitas publik tersebut. (repro bidik layar akun youtube/beritatop) (repro bidik layar akun youtube/beritatop)Dua remaja dihukum berguling-guling di rumput sintetis Alun-Alun Cianjur, Selasa (23/04/2019) setelah kedapatan berbuat mesum di salahsat sudut fasilitas publik tersebut. (repro bidik layar akun youtube/beritatop)

CIANJUR, KOMPAS.com – Sebuah video dua orang remaja dihukum berguling-guling di alun-alun Cianjur viral di media sosial. Mereka dihukum oleh petugas Satpol PP Cianjur karena terpergok berbuat mesum Selasa (23/03/2019) siang.

Pada video berdurasi 29 detik tersebut, dua remaja laki-laki terlihat berguling-guling di atas rumput sintetis yang masih berada di dalam kawasan alun-alun disaksikan oleh banyak orang.

"Silahkan kalian berkunjung ke alun-alun Cianjur tapi jaga etika, jaga sopan santun. Rata-rata anak sekolah ya. Bagi pengunjung yang melihat mohon lapor ke petugas," kata seorang laki-laki menggunakan pengeras suara.

Baca juga: Pemkab Cianjur Restui Cianjur Selatan Punya Pemerintahan Sendiri

Tak ayal, momen itu pun menjadi tontonan para pengunjung. Bahkan banyak yang mengabadikannya melalui ponsel kemudian mengunggahnya ke media sosial.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman angkat suara menanggapi video viral dua orang remaja yang dihukum berguling-guling tersebut.

Herman mengaku sangat prihatian atas apa yang telah dilakukan para remaja tersebut, namun juga menyayangkan langkah petugas Satpol PP yang terkesan mempermalukan keduanya di depan umum.

“Saya sudah marahi mereka (Petugas Satpol PP). Kasatnya saya tegur. Tidak boleh begitu. Kalaupun mereka salah, jemput orangtuanya. Jangan dipermalukan begitu di depan umum ,” tutur Herman saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (29/04/2019).

Namun begitu, Herman mengaku juga risih jika ruang publik digunakan sebagai tempat mesum oleh beberapa oknum pengunjung.

“Saya dapat laporan fasilitas publik termasuk alun-alun sekarang dijadikan tempat mesum oleh anak-anak (ABG). Benar-benar menjijikan. Sangat risih bercumbu di depan umum, sudah tidak punya malu. Saya sendiri bahkan pernah memergokinya langsung di Taman Prawatasari,” tuturnya.

Baca juga: Bus ‘Hayu Sakola’ Disdik Cianjur Seharga Rp 600 Juta Terbengkalai hingga Berkarat

Tapi Herman menegaskan, hukuman yang dilakukan Satpol PP tentu tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, pengunjung yang berbuat asusila jelas salah, dan petugas Satpol PP juga terkesan berlebihan saat memberikan sanksi.

“Memang dulu (sebelum menjabat plt bupati) katanya ada kesepakatan antara bupati dengan Forkopimda. Kalau ada yang berbuat asusila mendapat sanksi sosial seperti diguyur dan lain sebagainya. Namun itu kan dasar hukumnya belum kuat. Secepatnya saya akan terbitkan peraturan bupati (yang mengatur etika dan tata krama di tempat umum),” ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Regional
4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Regional
Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Regional
Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X