Kompas.com - 25/04/2019, 14:49 WIB


SOLO, KOMPAS.com - Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) yang terdiri dari organisasi perlindungan hewan dari Indonesia bersama Animal Friends Jogja (AFJ) dan Sahabat Anjing Solo melakukan kampanye menolak perdagangan daging anjing di depan Balai Kota Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/4/2019).

Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan mereka atas maraknya perdagangan daging anjing yang ada di wilayah Solo dan sekitarnya.

Sebab, dari hasil investagasi yang mereka lakukan, sedikitnya ada 82 warung di Solo yang secara terang-terangan menjual daging anjing.

Baca juga: Tolong Larang Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

"Belum lagi yang ada di sekitar Solo yang tidak terang-terangan menyebutkan bahwa warung ini menjual daging anjing," kata Angelina Pane, perwakilan Dog Meat Free Indonesia, di sela-sela aksi di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Menurut Angelina, puluhan warung yang secara terang-terangan menjual daging anjing tersebut didapat dari hasil invetigasi yang dilakukan pada Januari 2019.

Dari hasil investigasi yang dilakukan, lanjut dia, ada peningkatan signifikan jumlah warung di Solo yang terang-terangan menjual daging anjing.

"Dari temuan (warung) itu kami mendapat angka sekitar 13.700 anjing yang dikonsumsi di Solo setiap bulannya," ujar Angelina, yang juga anggota komunitas Animal Firends Jogja.

Adapun anjing yang dijual di warung-warung yang ada di Solo ini sebagian besar didatangkan dari luar Solo, seperti Tasikmalaya, Garut dan dari Surabaya, Jawa Timur.

Angelina menambahkan, yang mengerikan lagi karena Jawa Barat belum memperoleh predikat kota bebas rabies. Bahkan, ada beberapa kasus rabies yang ditemukan di sana.

Baca juga: Desa di Bali Ini Terbitkan Perdes Untuk Cegah Peredaran Daging Anjing

"Arus transportasi masuk anjing secara massal itu hampir mungkin 500 anjing setiap harinya. Dan itu jauh lebih tinggi di kota kami, Jogja," kata dia.

Selain menyerukan kampanye menolak perdagangan daging anjing, pihaknya juga akan menyerahkan hasil investigasi tersebut kepada Wali Kota Surakarta.

"Kami juga mengusulkan pendekatan kolaboratif untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mengakhiri perdagangan daging anjing," terang dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.