Desa di Bali Ini Terbitkan Perdes Untuk Cegah Peredaran Daging Anjing

Kompas.com - 05/10/2018, 13:43 WIB
Perbekal (kepala desa) Sanur Kaja I Made Sudana saat memberikan ketegangan pers mengedai perdes perlindungan anjing dan mencegah peredaran daging anjing di desa tersebut Robinson GamarPerbekal (kepala desa) Sanur Kaja I Made Sudana saat memberikan ketegangan pers mengedai perdes perlindungan anjing dan mencegah peredaran daging anjing di desa tersebut

 

DENPASAR, KOMPAS.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sanur Kaja, Denpasar Bali menerbitkan peraturan desa yang melarang perdagangan daging anjing di wilayah tersebut.

Peraturan ini merupakan peraturan pertama yang diterbitkan di tingkat desa dengan tujuan mempromosikan kesejahteraan hewan dan secara eksplisit melarang semua aspek perdagangan daging anjing.

Peraturan ini dituangkan dalam Peraturan Desa Sanur Kaja nomor 3 Tahun 2018.

Perbekal (kepala desa) Sanur Kaja I Made Sudana mengatakan, perdes ini diterbitkan untuk menjawab berbagai persoalan di lapangan. Diantaranya, kenyamanan wisatawan serta mencegah merebaknya virus rabies.

"Kenyamanan wisatawan perlu diperhatikan dengan mengontrol anjing liar, selain itu rabies menjadi masalah yang belum sepenuhnya bisa diselesaikan di Bali," kata Sudana di Denpasar, Jumat (5/10/2018).

Baca juga: Studi Membuktikan, Anjing Tidak Secerdas yang Anda Kira

Berdasarkan pendataan yang dilakukan pada September 2018, di Desa Sanur Kaja sendiri terdapat 1.695 ekor anjing.

Pokok-pokok utama dalam perdes yang diterbitkan mengatur agar setiap orang dilarang menganiaya dan atau membunuh dan mencuri anjing yang berada di wilayah Sanur Kaja.

Selain itu, dilarang memproduksi dan atau mengedarkan makanan yang berbahan dasar daging anjing serta menyimpan sebagai persediaan. Setiap orang juga dilarang membeli atau menyediakan makanan berbahan daging anjing untuk dikonsumsi sendiri atau orang lain.

Setiap orang dilarang menjual anjing dalam keadaan hidup atau mati sebagai persediaan makanan berbahan dasar daging anjing. Selain itu, dilarang membuang anjing baik dalam keadaaan hidup atau mati di wilayah desa.

Sudana menambahkan perdes ini juga dijadikan dasar dalam menyelesaikan masalah apabila ada warga yang digigit anjing.

Warga pemilik anjing tidak dapat menghindari tanggung jawabnya bila hewan peliharaan miliknya menyerang atau menggigit warga lain. Tentu, melalui penyelesaian secara musyawarah.

"Melalui pendataan dan peraturan ini pihak desa sudah punya payung hukum untuk menindak pemilik anjing apabila piaraanya menggigit orang, karena semuanya terdata dan tidak bisa mengelak dengan alasan anjing itu bukan miliknya," pungkas Sudana. 

Kompas TV Mereka dipaksa tinggal di dalam sebuah ruko bersama seekor Anjing.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

UPDATE: Tambah 11 Pasien Positif Corona di NTB, Total Jadi 21 Orang

Regional
Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Dampak Pandemi Corona, 3.315 Pekerja Terkena PHK di Jawa Timur

Regional
Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Kabar Baik, 11 Pasien Positif Corona Sembuh di Jatim, Total 57 Orang

Regional
Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Sri Sultan HB X Minta Wali Kota dan Bupati di DIY Pantau Pemudik Setelah Jakarta PSBB

Regional
Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Polisi Berlakukan Razia Masker Besar-besaran, Pelanggar Malah Kaget Tak Ditilang.....

Regional
Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Pasien Positif Corona Bertambah 2 Orang di Ponorogo, Terpapar Klaster Asrama Haji Surabaya

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Pasien Positif Covid-19 di Sulsel Bertambah 7, Ada yang dari Jakarta dan Papua

Regional
Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Terungkap, Ini Motif Kakek 62 Tahun di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Puluhan Pemudik Mulai Jalani Karantina di Grha Wisata Niaga Solo

Regional
Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Terapkan Physical Distancing, PHE ONWJ Tetap Beroperasi Saat Wabah Covid-19 demi Ketahanan Energi Indonesia

Regional
2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

2 Anggota KKB Penyerang Kantor Freeport Tewas dalam Kontak Senjata

Regional
Iseng 'Booking' Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Iseng "Booking" Cewek Lewat Medsos, Pria di Palembang Ini Malah Tertipu Rp 6,4 Juta

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Wali Kota Tasikmalaya Tak Mau Corona Dianggap Sepele, Minta Warga Laporkan Pemudik dari Zona Merah

Regional
Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Penjelasan Kasus Positif Corona Baru di Batam: Tersebar dari 2 Klaster, Menularkan ke Anak, Suami, dan Teman Kerja

Regional
3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

3 Petugas Kesehatan Positif Corona di Papua, Tertular dari Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X