Kronologi Pembunuhan Mayat Dalam Koper dan Peranan Para Tersangka

Kompas.com - 25/04/2019, 10:08 WIB
2 pelaku pembunuhan mayat dalam koper diamankan di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL2 pelaku pembunuhan mayat dalam koper diamankan di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019)


KEDIRI, KOMPAS.com - Rekonstruksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) yang dilakukan tersangka AS (34) dan AP (23) di Jalan Surya, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (24/4/2019), mengungkap awal mula terjadinya pembunuhan hingga peranan para tersangka.

Rekonstruksi yang digelar Polda Jawa Timur itu diikuti oleh 2 orang tersangka sedangkan korbannya diperankan oleh model. Mereka menjalani 38 adegan rekonstruksi atas pembunuhan yang terjadi 2 April lalu itu.

Adegan itu diawali di sanggar tari milik korban yang terletak di kawasan GOR Jayabaya Kota Kediri. Saat itu, korban berangkat menggunakan motor menuju warung tempat tersangka AS di Desa Sambi, Kabupaten Kediri.

Baca juga: Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Sebut Tersangka AP Kerap Konsumsi Narkoba

Korban dan AS sebelumnya sudah berkomunikasi. Adegan selanjutnya adalah kedatangan korban di warung tempat tersangka AS jualan nasi goreng.

Di warung yang disewa AS ini terdapat adegan yang cukup panjang. Ini lantaran warung itu menjadi lokasi pertemuan antara korban dan para tersangka hingga pembunuhan dan mutilasi itu terjadi.

Di warung ini tergambar beberapa adegan kunci di antaranya saat korban terlibat pertengkaran dengan tersangka AS. Pertengkaran seusai hubungan intim antar-keduanya itu yang menjadi titik awal konflik.

"Jasa diberikan, tapi pembayaran tidak dilakukan, inilah yang menjadi awal pertengkaran," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, soal penyebab pertengkaran itu, tanpa menyebut spesifik jenis transaksinya.

Di warung itu pula tergambar adegan saat tersangka AP yang juga berada di warung itu, menegur korban yang sedang teriak-teriak marah sampai membanting pintu kamar.

Korban yang tidak terima teguran itu dan dianggap mencampuri urusannya, lantas marah dan menampar pipi AP.

Tamparan itu membuat AP naik pitam hingga terjadi pergumulan antar-keduanya. Pergumulan ini berakhir dengan robohnya korban akibat luka sabetan pisau di leher dan tangan, yang dilakukan tersangka AP.

Pergumulan itu masih berlanjut, dengan bantuan dari tersangka AS hingga korban meninggal dunia. Jasadnya lalu dimasukkan koper yang baru saja diambil tersangka AS dari rumah orangtuanya di Blitar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertutup Material Longsor, Akses Jalan Sumedang-Garut Lumpuh 3 Jam

Tertutup Material Longsor, Akses Jalan Sumedang-Garut Lumpuh 3 Jam

Regional
Kantor KUA Dibobol Maling, 366 Buku Nikah Raib

Kantor KUA Dibobol Maling, 366 Buku Nikah Raib

Regional
Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

Nasdem Resmi Usung Pasangan Incumbent di Pilkada Banjarbaru

Regional
Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

Harimau yang Ditangkap di Semede Jalani Pemeriksaan Dokter di Lampung

Regional
4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

4 Pejabat Pemkab Jember Bakal Dipanggil Paksa Polisi Hadiri Rapat Angket

Regional
Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

Kapal Kayu Bawa 14 Penumpang Tenggelam di Banggai Laut, Sulawesi Tengah

Regional
Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

Limbah Minyak Hitam Cemari Perairan Bintan, Plt Gubernur Kepri Marah

Regional
Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

Harimau Pemangsa Manusia di Muara Enim Bakal Dilepas ke Habitat Semula

Regional
Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

Kronologi Oknum Guru Pukul Mantan Siswa dengan Besi Tiang Net Bulu Tangkis

Regional
Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

Ibunda Eksekutor Hakim PN Medan: Anak Saya Penyayang, Membunuh Binatang Pun Tidak Akan Tega

Regional
Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

Wali Kota Hendi Minta Keunggulan Kelurahan Plamongansari Dipertahankan

Regional
Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

Anggota Brimob Todong Warga dan Lepaskan Tembakan di Lokasi Wisata, Kapolres Polman Minta Maaf

Regional
Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

Kronologi Anggota Brimob Todongkan Senjata ke Warga dan Lepaskan Tembakan gara-gara Karcis

Regional
Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

Niat Prank Bunuh Diri di Jembatan, Mahasiswi di Bali Diamankan Warga

Regional
Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

Siswa SMK Ini Ciptakan Tangan Robot Khusus Disabilitas dengan Harga Murah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X