KILAS DAERAH

PKK Jabar: Agama dan Kematangan Usia Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

Kompas.com - 24/04/2019, 17:09 WIB
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Lina Marlina Ruzhanul Ulum saat memberikan arahan di Orientasi Ketahanan Keluarga TP PKK Provinsi Jawa Barat, di aula Gedung PKK Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019).Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Lina Marlina Ruzhanul Ulum saat memberikan arahan di Orientasi Ketahanan Keluarga TP PKK Provinsi Jawa Barat, di aula Gedung PKK Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019).


KOMPAS.com -
Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Kaluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat (ajabar), Lina Marlina Ruzhanul Ulum mengatakan, ada dua kunci utama ketahanan keluarga ecara internal, yakni kekuatan agama dan kematangan usia menikah.

Menurutnya, dengan landasan agama yang kuat, seseorang akan memiliki tujuan menikah yang mantap dan fokus pada keluarga. Sementara itu, dengan usia menikah yang matang, seseorang terutama calon ibu akan lebih siap mendidik dan mengasuh anak-anaknya kelak.

Lina sendiri mengatakan itu, saat memberi pengarahan dalam kegiatan Orientasi Ketahanan Keluarga TP PKK Provinsi Jawa Barat, di aula Gedung PKK Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (23/4/2019).

"Waktu sarling (siaran keliling) ke sebuah kabupaten di Jawa Barat, saya bertemu dengan seorang wanita muda usia 20-an, anaknya sudah enam orang. Saya tanya kapan menikah, dia menjawab ketika baru lulus SD. Ini miris sekali, di zaman modern ini masih ada yang seperti itu," cerita Lina dalam arahannya.


Untuk itu, Lina meminta PKK Jabar agar bisa untuk membina masyarakat dari saat mereka akan menikah. PKK juga harus mmberitahu mereka supaya punya tujuan dalam hidup berkeluarga.

Terkait menikah di usia matang, Ketua TP PKK ini mengatakan bahwa menikah di usia matang bisa memberi kesempatan bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan inilah, kata dia, yang akan menentukan kualitas kehidupan ekonomi keluarga, menentukan pergaulan yang dipilih, serta seberapa bagus penguasaan teknologi keluarga bersangkutan.

“Menjaga ketahanan keluarga merupakan hal yang sulit, namun mesti diperjuangkan,” kata Lina.

Maka dari itu, isteri dari Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum berharap kegiatan orientasi Pokja I TP PKK Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat ini akan memberikan wawasan lebih terkait ketahanan keluarga kepada para kader PKK. 

Sebab, dengan begitu para kader dapat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

"Saya harap, ibu-ibu dan bapak semua menyimak, karena akan bermanfaat untuk disampaikan kembali kepada masyarakat di masing-masing kabupaten kota," pugkas Lina.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X