Kompas.com - 22/04/2019, 12:31 WIB
Ilustrasi Polisi Thinkstock/Antoni HalimIlustrasi Polisi


MAGELANG, KOMPAS.com — Bentrokan antarwarga pecah di persimpangan Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (21/4/2019) malam.

Petugas Polres Magelang Kota sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

Seorang saksi mata, Agus, warga Kabupaten Magelang yang sedang melintas malam itu, menceritakan bahwa sebelum bentrokan terjadi, ia melihat segerombolan orang yang berjalan dari arah selatan (Jalan Jenderal Soedirman) ke arah Pasar Rejowinangun.

"Ada sekitar 30 orang yang berjalan bergerombol, ada yang bawa kayu, bahkan senjata tajam. Sampai di lokasi terjadi saling lempar batu dengan kelompok warga lain," kata Agus, saat ditemui Senin (22/4/2019).

Baca juga: Polisi: Berebut Mandat Saksi Caleg, Penyebab Bentrok Saat Coblosan di Sampang

Polisi, kata dia, berusaha menghentikan bentrokan tersebut dengan memberikan tembakan peringatan puluhan kali. Akhirnya, sekitar 30 menit aksi massa dapat dihentikan dan mereka membubarkan diri.

Kepala Subbagian Humas Polres Magelang AKP Nur Saja'ah mengatakan, bentrokan antarwarga dipicu perkelahiran antara warga JN dan TY di Kampung Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, pada Minggu (21/4/2019) dini hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkelahian itu mengakibatkan JN mengalami luka dan hingga kini masih dirawat di RSUD Tidar, Kota Magelang.

"Permasalah awal JN mendatangi TY dan terjadi keributan. TY melukai JN, sampai sekarang yang bersangkutan masih dirawat dan belum bisa dimintai keterangan. Kami masih mencari latar belakangan perkelahian itu," ujar Nur.

Nur menegaskan, persoalan ini tidak ada kaitannya dengan politik atau pemilu.

Tembakan peringatan dilakukan untuk memberikan peringatan kepada kedua kelompok masyarakat tersebut untuk segera membubarkan diri.

Baca juga: Bawaslu Rekomendasikan PSU di TPS 26 Boyolali

"Massa sudah meninggalkan lokasi dan saat ini situasi kondusif. Kejadian tersebut tidak ada kaitan dengan politik/pemilu," ucap dia.

Nur juga menegaskan kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa seperti yang beredar di media sosial.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.