Gerindra Riau Sebut Uang yang Diamankan dari Calegnya Merupakan Dana Operasional Saksi Pilpres

Kompas.com - 17/04/2019, 06:43 WIB
Bawaslu dan Polresta Pekanbaru melihatkan barang bukti uang ratusan juta yang diamankan dari empat orang terduga pelaku politik uang, saat konferensi pers di Kantor Bawaslu Pekanbaru, Riau, Selasa (16/4/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGBawaslu dan Polresta Pekanbaru melihatkan barang bukti uang ratusan juta yang diamankan dari empat orang terduga pelaku politik uang, saat konferensi pers di Kantor Bawaslu Pekanbaru, Riau, Selasa (16/4/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pihak Partai Gerindra Provinsi Riau menyayangkan penangkapan caleg DPR RI Dapil II Riau berinisial DAN bersama tiga orang lainnya, terkait dugaan politik uang.

Uang Rp 506,4 juta yang diamankan oleh tim sentra Gakkumdu Bawaslu Pekanbaru, diklaim merupakan dana operasional saksi-saksi untuk pemilihan presiden ( Pilpres) di wilayah Riau.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Advokasi Partai Gerindra Provinsi Riau Taufik Arrakhman saat ditemui Kompas.com, di Kantor Bawaslu Pekanbaru, Selasa (17/4/2019).


"Perlu kami sampaikan bahwa rekan-rekan kami yang diperiksa malam ini adalah kader-kader Gerindra masa depan, yang ditugaskan untuk mengawasi dan mendistribusikan dukungan untuk Pilpres. Jadi, yang empat orang ini ditugaskan resmi dari tim pemenangan untuk mengurus sesuatu mengenai Pilpres," sebut Taufik.

Baca juga: Empat Terduga Pelaku Politik Uang di Pekanbaru Kena OTT, Ratusan Juta Rupiah Disita

Terkait uang ratusan juta yang diamankan dari empat orang kader Gerindra tersebut, Taufik menegaskan bahwa dana itu untuk operasional saksi-saksi Pilpres.

"Mengenai anggaran yang tadi diberitakan (media), itu semua resmi untuk dukungan kepada saksi-saksi Pilpres. Jadi, ini yang kami sampaikan ke Bawaslu Pekanbaru, agar dapat menjadi bahan dan dasar, dan saya yakin rekan-rekan (yang dimintai keterangan) juga menyampaikan informasi yang sama," ujar Taufik.

Taufik juga menyayangkan pihak Bawaslu merilis penangkapan caleg dari Partai Gerindra dan tiga orang lainnya yang diduga melalukan politik uang, karena belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Ya, kami menyayangkan hal itu. Hari ini adalah hari terakhir (masa tenang). Besok, Rabu (17/4/2019) sudah pemilihan. Tentu hal ini memberikan informasi negatif kepada masyarakat," kata Taufik.

Meski demikian, pihaknya tetap memberikan bukti-bukti dan keterangan yang bisa dijadikan dasar.

"Jadi, dana itu untuk operasional saksi-saksi Pilpres. Mereka (berempat) dipercayakan untuk mendistribusikan ke beberapa kabupaten dan kota di Riau," tambah Taufik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X