Kisah Pilu Sepasang Calon Pengantin yang Tewas Ditabrak Kereta Api di Bandung

Kompas.com - 16/04/2019, 09:16 WIB
Sebuah mobil berplat nomor D 210 ICA tertabrak kereta api saat melintasi perlintasan kereta api Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019). Tribun Jabar/Mega NugrahaSebuah mobil berplat nomor D 210 ICA tertabrak kereta api saat melintasi perlintasan kereta api Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sepasang calon pengantin bernama Aldy Syah Maulana dan Febri Rachmawati meninggal dunia setelah mobil yang ditumpangi tertabrak kereta api di Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019) sekitar pukul 23.50 WIB.

Keduanya sedang berkunjung ke rumah Aldy di Cimahi dan berpamitan menuju Kota Bandung untuk urusan pekerjaan. Mereka memang baru tiba dari Singapura, tempat mereka bekerja.

Ibu Aldy mengaku sempat melarang anaknya dan calon menantunya pergi ke Bandung karena mereka baru saja tiba dari Singapura.

Namun, Aldy dan Febri tetap berangkat karena tak bisa meninggalkan pekerjaan mereka.

"Ibu sempat melarang Aldy karena capek habis pulang dari Singapura, tapi mereka berdua tetap pergi karena mau meeting terkait pekerjaannya," kata kakak Aldy, Ricky Ardiansyah.

Baca juga: Viral Protes Keluarga Calon Pengantin di Facebook gara-gara Jokowi Datang

Menurut Ricky, berdasarkan keterangan saksi, mobil Honda Jazz yang dikendarai Aldy disebut masuk perlintasan rel kereta api. Palang pintu di rel itu disebut telat tutup saat kereta api hendak akan melintas.

"Keterangan saksi, saat itu mobil adik saya sudah masuk rel, tapi kereta lewat karena palang pintunya telat nutup. Logikanya kalau ada kereta palang nutup, enggak mungkin mobil masuk," ujarnya.

Namun, dia masih meminta kepastian terkait kecelakaan calon pengantin tertabrak kereta itu.

Baca juga: Suka Duka Perawat Caleg Stres, Harus Sabar Dengar Janji Kampanye hingga Tak Boleh Baper

Keluarga Aldy Syah Maulana pun mengaku, mendapatkan kabar buruk itu dari seorang pengemudi ojek online.

Di sisi lain, seorang pengguna jalan yang ada di lokasi kejadian menyebut, mobil yang ditumpangi korban menyeberang bersamaan saat kereta api melintas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Perkosaan Didamping Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X