15 Caleg di Sumsel Meninggal Jelang Pencoblosan

Kompas.com - 13/04/2019, 17:55 WIB
Foto dirilis Kamis (21/3/2019), memperlihatkan pekerja melakukan pelipatan kertas suara pilpres di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak kurang lebih 650 orang warga berpartisipasi menjadi pekerja lepas di gudang KPU Kabupaten Bogor, berjibaku menyiapkan surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019 mendatang dengan honor Rp 75 per lembar.ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA Foto dirilis Kamis (21/3/2019), memperlihatkan pekerja melakukan pelipatan kertas suara pilpres di Gudang KPU, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak kurang lebih 650 orang warga berpartisipasi menjadi pekerja lepas di gudang KPU Kabupaten Bogor, berjibaku menyiapkan surat suara untuk kebutuhan Pemilu 2019 mendatang dengan honor Rp 75 per lembar.

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 15 Calon Anggota Legislatif ( Caleg) meninggal dunia sebelum hari pencoblosan.

Selain 15 orang caleg meninggal, 23 caleg lainnya  tercatat tidak memenuhi syarat, sehingga total caleg yang dikeluarkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU Sumsel berjumlah sebanyak 38 orang.

Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana mengungkapkan, 15 caleg yang meninggal tersebut meliputi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk Kabupaten/kota dan Provinsi serta DPR RI.

Baca juga: Buka-bukaan Biaya Caleg demi Kursi di Senayan

Salah satu caleg DPR RI yang meninggal tersebut adalah adik ipar dari ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Nazarudin Kiemas, pada 25 Maret 2019.

"Untuk caleg yang meninggal, namanya tetap ada di dalam surat suara. Jika nanti ada yang tetap memilih suaranya akan menjadi suara partai,"kata Kelly, Sabtu (13/4/2019).

Kelly melanjutkan, KPU Sumsel pun telah mengeluarkan surat edaran kepada KPU kabupaten/kota untuk diteruskan ke TPS masing-masing caleg untuk memberikan informasi tersebut.

Baca juga: Haruskah Caleg Keluar Ongkos Miliaran agar Dapat Kursi?

“Petugas KPPS akan mengumumkan caleg mana yang sudah meninggal. Karena mungkin ada yang belum tahu. Tapi, kalaupun masih ada yang tetap memilih, suaranya tetap sah dan akan menjadi suara untuk partai,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Teknis KPU Sumsel M Rais menjelaskan, nama caleg yang meninggal dunia tersebut akan tetap masuk ke dalam surat suara jika telah melakukan validasi surat suara pada Desember 2018 lalu.

Baca juga: KPK Sebut Caleg yang Lapor Harta Kekayaan Baru 66 Persen

Suara yang masuk hasil pemungutan suara terhadap caleg meninggal akan diakumulasikan menjadi suara partai di daerah pemilihan  sesuai dengan Peraturan KPU nomor 3 tahun 2019.

“Kalau nanti hasil rekap suaranya terbanyak, suara terbesar kedua yang berhak.Tapi kalau meninggal atau tidak memenuhi syaratnya setelah waktu itu (validasi), maka namanya tetap di surat suara. Untuk caleg yang tersandung hukum, suaranya tetap sah sebelum inkrah (kekuatan hukum tetap)," jelasnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X