Video Gempa Sulteng Beredar, Ini Kesaksian Salah Satu Warga Luwuk yang Merekam

Kompas.com - 12/04/2019, 21:14 WIB
Gempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) Twitter BMKGGempa dengan kekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018)
Penulis Rachmawati
|
Editor Rachmawati

Kompas.com - Mohamad iqbal rasyidl (30) salah seorang warga  yang merekam video saat gempa di Luwuk saat dihubungi Kompas.com menceritakan warga berlarian mengungsi ke tempat yang lebih tinggi ketika mengetahui gempa di Luwuk berpotensi tsunami.

Menurutnya, warga merasakan gempa pertama kali sekitar 20 sampai 30 detik. Sedangkan Informasi potensi tsunami beredar dimasyarakat  dari mulut ke mulut.

"Terasa 3 kali gempa. Luwuk ini kan kotanya di teluk jadi pemukiman banyak di pinggir pantai. Masyarakat panik mengungsi semua. Apalagi ada kabar jika ketinggian air laut tidak wajar. Tapi simpang siur apakah air laut naik apa surut. Tidak ada yang tau. Tapi kami semua mengungsi," kata Iqbal.

Dia mengatakan jarak antara pemukiman pantai ke bukit tempat pengungsian sekitar 1 sampai 3 kilometer.

Dalam video yang beredar terlihat warga berbondong-bondong di jalan baik  berjalan kaki ataupun menggunakan kendaraan bermotor. Terdengar suara panik dari warga yang terekam di video.


"Walaupun peringatan tsunami sudah dicabut, tapi masyarakat memilih tetap bertahan di ketinggian. Takut kalo ada apa-apa," jelas relawan relawan ACT ini

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Edward Henry Mengko mengatakan, untuk warga Sulut, terutama yang berada di pesisir pantai Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Pantai Timur Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Pantai Timur Minahasa dan Minahasa Utara (Minut), dan Kota Bitung, dihimbau supaya tidak panik.

Ia menegaskan, peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 6,9 di Sulteng dinyatakan telah berakhir. "Warning tsunami sudah resmi dinyatakan berakhir," tandasnya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Regional
Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X