Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak, Tagar #JusticeForAudrey Marak di Medsos

Kompas.com - 10/04/2019, 14:30 WIB
Ilustrasi KOMPAS/TOTO SIHONOIlustrasi

KOMPAS.com - Kasus kekerasan yang menimpa siswi SMP berinisial AD (14) di Pontianak menyita perhatian masyarakat.

Tagar #JusticeForAudrey pun muncul sebagai bentuk dukungan bagi AD.

Change.org bahkan mengeluarkan petisi untuk mendesak Polda Kalimantan Barat untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan keadilan bagi AD.

Dari pengamatan Kompas.com, hingga hari Rabu (10/4/2019) pukul 13.56 WIB, telah tercatat 2.859.748 tanda tangan di petisi tersebut.

Beberapa orang yang telah menandatangani petisi Change.org itu pun memberikan pendapat terkait kasus AD.

Salah satunya dari Zahrina Ahadian. Dirinya menulis, "Perlu pembinaan lebih untuk mental dan psikis pelaku. Biar ada rasa bersalah dan tau diri. Apa yg mereka perbuat itu jahat, mau dia anak pejabat atau anak presiden pun nggak ada benernya mereka melakukan hal itu. Yg namanya masa depan mereka ya tanggung jawab mereka dan orangtuanya sendiri. Sanksi sosial nggak akan pernah cukup buat pribadi2 seperti mereka"

Baca Juga: Ini Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA Gara-gara Komentar di Facebook

Selain itu, Anggi Mulya menyoroti sikap polisi dalam kasus AD, "Saya berharap pelaku mendapat hukuman yang seadil-adilnya, jangan sampai pelaku dilindungi hanya karna mereka masih dibawah umur, padahal kejahatan mereka sudah lebih dari kelakuan anak2 dibawah umur. Jangan terlalu fokus terhadap masa depan pelaku lantas kita malah mengabaikan masa depan si korban"

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku masih mendalami kasus tersebut dengan memanggil orangtua korban dan sejumlah saksi.

"Kami sudah memeriksa orangtua korban. Dan hari ini memeriksa dua saksi. Sementara terduga pelaku masih menunggu hasil keterangan yang diperoleh dari saksi," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Husni Ramli, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga: Gara-gara Komentar soal Cowok di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

Seperti diketahui, AD menjadi korban penganiayaan sejumlah siswi SMA yang merasa tersinggung komentar AD di Facebook. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (29/3/2019) lalu.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," kata Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Tumbur Manalu, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, kondisi AD saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika Pontianak. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X