Polisi Bakal Larang Massa Pendukung Jokowi atau Prabowo yang Pakai Knalpot Bising Ikut Rapat Umum di Solo

Kompas.com - 08/04/2019, 16:21 WIB
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksa seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengamanan Kampanye Rapat Umum di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIDirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Rudi Antariksa seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengamanan Kampanye Rapat Umum di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019).


SOLO, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jateng bersama polres jajaran akan melakukan penyekatan terhadap massa kampanye rapat umum terbuka pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik nomor urut 01 maupun 02 yang menggunakan kendaraan knalpot berisik (knalpon brong).

Kampanye rapat umum kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden tersebut akan diselenggarakan di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, dengan hari berbeda.

Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin akan melakukan kampanye rapat umum terbuka pada Selasa (9/4/2019), sedangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga pada Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Kapolda Jateng Apresiasi Pendukung Jokowi yang Tak Pakai Knalpot Brong

"Kami akan sekat-sekat misalnya dari mulai Klaten, apakah ada massa yang menggunakan kendaraan berknalpot brong. Silakan kalau mau berangkat tidak ada yang melarang, tapi gunakan kendaraan yang benar," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudi Antariksa, saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengamanan Kampanye Rapat Umum di Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019).

Rudi menyampaikan, pihaknya akan menerjunkan personel untuk melakukan penjagaan di setiap perbatasan atau pintu masuk menuju Solo.

Hal ini untuk mengantisipasi adanya massa pendukung pasangan capres dan cawapres yang menggunakan kendaraan knalpot brong masuk Solo.

"Setiap pintu masuk menuju Solo akan dijaga ketat. Jangan sampai ada massa yang menggunakan knalpot brong masuk Solo," ujar dia.

Menurut dia, larangan menggunakan kendaraan knalpot brong dalam kampanye rapat umum demi menjaga ketertiban. Selain itu, penggunaan knalpot brong tersebut juga melanggar lalu lintas.

Dirinya meminta massa pendukung kedua paslon untuk menaati peraturan lalu lintas saat mengikuti kampanye rapat umum, melengkapi surat-surat kendaraan dan menggunakan helm.

"Seluruh penanggung jawab dari kampanye rapat umum, panitia, parpol pendukungan paslon nomor 01 maupun 02, semua kami pertemukan di sini. Mereka kami berikan pemahaman untuk menghindari pelanggaran tadi. Tidak menggunakan kendaraan yang melanggar, memakai helm, tidak menggunakan knalpot brong. Kalau ada yang melakukan itu (pelanggaran) mereka sepakat ini adalah oknum, dan mereka meminta untuk menindaknya," ungkap dia.

Baca juga: Viral Video Konvoi Kampanye PDI-P Gunakan Knalpot Bising Dikawal Patwal di Magelang, Ini Penjelasannya

Rudi menuturkan, penindakan pelanggaran bagi massa pendukung kedua paslon demi menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan selama pelaksanaan kampanye rapat umum.

"Makanya kami berikan pemahaman, imbauan, kemudian kami ajak ketua parpol, koordinator untuk mengimbau mereka. Kalau masih ada yang gunakan knalpot brong ya kami lakukan penindakan," tegas dia.

Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Haryanto menambahkan, penyekatan di setiap pintu masuk Solo akan melibatkan personel dari polres jajaran. Penyekatan ini untuk menghindari adanya massa pendukung yang menggunakan kendaraan knalpot brong masuk ke Solo.

"Kami akan lakukan penyekatan-penyekatan di setiap pintu masuk Solo. Makanya kekuatan di polres-polres kami tambah dengan kekuatan satuan dari Polda Jateng," ungkap dia.

Kompas TV Polisi menyita seratusan sepeda motor yang digunakan saat kampanye Pemilu 2019 di Solo, Jawa Tengah. Sepeda motor yang disita telah dimodifikasi di bagian knalpot sehingga menimbulkan suara yang mengganggu kenyamanan warga. Dalam video ini terlihat polisi merazia kendaraan bermotor. Sasarannya adalah peserta kampanye pemilu yang memodifikasi sepeda motornya di bagian knalpot. Seratusan unit sepeda motor ditahan oleh petugas. Kini seratusan sepeda motor disita di Mako Satuan Sabhara dan bisa diambil dengan syarat tertentu antar lain membuat surat pernyataan yang berisi janji tidak akan mengulangi perbuatannya. #MotorKampanye #PolrestaSolo #Kampanye
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.