Kasus Pelanggaran Pemilu Wakil Wali Kota Semarang Dihentikan

Kompas.com - 04/04/2019, 18:01 WIB
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mewakili Kota Semarang menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan karena telah mengupayakan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di Auditorium Siwabessy, Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Dok Humas Pemerintah Kota SemarangWakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mewakili Kota Semarang menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan karena telah mengupayakan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), di Auditorium Siwabessy, Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis (18/10/2018).

SEMARANG, KOMPAS.com - Kasus dugaan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu dihentikan.

Alasannya, tidak ada perbedaan pendapat antara pengawas dengan aparat penegak hukum dalam rapat Sentra Penegagakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Sentra Gakkumdu Pemilu Kota Semarang memutuskan untuk menghentikan laporan dugaan pelanggaran pemilu pada pasal 547 UU 7 Tahun 2017, tidak bisa berlanjut ke tahap berikutnya," kata anggota Gakkumdu yang juga koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, Kamis (4/4/2019).

Naya menjelaskan, dalam pembahasan di Gakkumdu, ada perbedaan pendapat antara pengawas Bawaslu, anggota kepolisian dan kejaksaan.

Baca juga: Bawaslu Segera Ambil Keputusan Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu yang Libatkan Wakil Wali Kota Semarang

Bawaslu dalam kesimpulannya menilai, perbuatan Ita, panggilan akrab Hevearita, memenuhi cukup bukti. Namun ketika dilimpahkan ke tingkat Gakkumdu, serangkaian bukti yang dibawakan belum cukup.

"Dalam perdebatan antara Bawaslu dengan kepolisian dan kejaksaan tidak ada kesamaan dalam melihat kasus tersebut," ucap Naya.

Anggota Gakkumdu dari unsur Bawaslu Arief Rahman, menambahkan, ketidaksamaan persepsi terjadi karena polisi dan jaksa tidak mempertimbangkan keterangan ahli hukum pidana dan ahli bahasa. Dengan begitu, unsur tersebut dianggap tidak terpenuhi.

Dalam perkara ini, Ita telah hadir di kantor Bawaslu Semarang pada Selasa (2/4/2019) untuk menjalani klarifikasi. Dalam proses itu, pengawas telah memeriksa Ita dengan 29 pertanyaan seputar dugaan dukungan paslon Jokowi-Ma'aruf di aula kantor Kecamatan Semarang Utara.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan oleh tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Baca juga: Ikut Deklarasi Jokowi-Maruf, Bawaslu Panggil Wakil Wali Kota Semarang

 

Dalam aduannya, Ita diduga menggunakan fasilitas negara dan jabatannya untuk mengampanyekan pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, pada acara silaturahmi dengan ketua RW se-Kecamatan Semarang Utara di aula Kantor Kecamatan Semarang Utara, Kamis (7/3/2019).

Terlapor diduga melanggar dugaan pasal Pasal 280 ayat 2 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Belanja Online di Lumbung Pangan Jatim, Program Gratis Ongkir Kini Jangkau 19 Daerah

Regional
Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Buang Bayinya di Tempat Sampah, Pasangan Ini Ditangkap Polisi

Regional
Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X