Harimau Sumatera yang Ditemukan Terjerat di Riau Sudah Bisa Makan dan Minum Sendiri

Kompas.com - 28/03/2019, 12:41 WIB
Harimau sumatera yang ditemukan terjerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (24/3/2019). Dok. BBKSDA Riau KOMPAS.com/IDON TANJUNGHarimau sumatera yang ditemukan terjerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (24/3/2019). Dok. BBKSDA Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang ditemukan terjerat di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, kini menjalani masa observasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Sumatera Barat. Kondisinya saat ini sudah bisa makan dan minum sendiri.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, kondisi harimau sumatera di kandang PRHSD semakin aktif dan agresif.

"Sudah bisa makan dan minum sendiri. Sekarang sangat agresif dan aktif," sebut Suharyono, kepada Kompas.com, melalui sambungan seluler, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Dia menyampaikan, sejak Rabu (27/3/2019) kemarin, harimau sumatera itu sudah berada di kandang perawatan untuk menjalani masa karantina selama 14 hari.

"Terpantau sudah bisa minum sendiri di bak air minum dalam kandang perawatan. Makan daging babi sebanyak 2 kilogram," kata Suharyono.

Sementara, untuk pengobatan luka pada kaki kiri depan akibat jerat sling, sambung dia, masih terus dilakukan tim medis satwa PRHSD. Sehingga, luka pada kakinya bisa sembuh dalam waktu singkat.

"Untuk hari ini, akan dilakukan rekam medik untuk memeriksa kesehatan secara keseluruhan. Luka jerat sudah kami bersihkan dari lalat dan bilatung. Kemudian, pemberian anti radang cukup berpengaruh signifikan dilihat dari berkurangnya bengkak," terang Suharyono.

Diberi nama Inung Rio

BBKSDA Riau memberi nama Inung Rio pada Harimau sumatera yang berhasil diselamatkan dari jeratan di Kabupaten Pelalawan, Riau, tersebut.

Baca juga: Seekor Harimau Sumatera Terjerat di Hutan Pelalawan Riau

"Inung nama sapaan semasa kecil Pak Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDE) KLHK (Wiratno). Kalau Rio artinya Riau," kata Suharyono.

Pemberian nama itu, lanjut dia, untuk memudahkan identifikasi harimau sumatera yang ada di PRHSD. Karena, sebelumnya, dua ekor harimau sumatera sudah ada di sana, yakni Bonita dan Atan Bintang.

Sekarang bertambah satu lagi, Inung Rio. "Berarti saat ini sudah tiga ekor harimau sumatera di PRHSD. Dengan adanya nama, kami lebih mudah membedakan ketiganya," tutup Suharyono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Remaja 15 Tahun Ditangkap Setelah 16 Kali Mencuri, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X