Dievakuasi, Harimau Sumatera yang Terjerat di Riau Dipikul dengan Tandu Sambil Diinfus

Kompas.com - 26/03/2019, 22:40 WIB
Petugas BBKSDA Riau mengevakuasi seekor harimau sumatera dipikul dengan tandu sambil memberikan infus, Minggu (24/3/2019). Harimau ini ditemukan terjerat di kawasan hutan di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dok. BBKSDA Riau Petugas BBKSDA Riau mengevakuasi seekor harimau sumatera dipikul dengan tandu sambil memberikan infus, Minggu (24/3/2019). Harimau ini ditemukan terjerat di kawasan hutan di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Riau dan petugas dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumatera Barat, mengevakuasi seekor harimau sumatera yang ditemukan terjerat di kawasan hutan di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Proses evakuasi satwa dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu tidak berjalan mulus. Petugas harus memikul harimau dengan tandu berjalan kaki selama lebih kurang sebelas jam.

Selain memikul tandu, salah satu petugas juga harus memegang infus yang dipasang di kaki harimau untuk memberikan nutrisi. Sebab, harimau ini dalam kondisi lemas akibat terjerat.

Baca juga: Seekor Harimau Sumatera Terjerat di Hutan Pelalawan Riau

Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan bahwa tidak ada akses untuk menuju ke lokasi harimau terjerat.

Lokasi itu berada di kawasan hutan restoran ekosistem RER yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (April Group).

"Untuk menuju lokasi, itu memakan waktu sekitar 11 jam," kata Suharyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (26/3/2019).

Selama proses evakuasi, lanjut dia, tim BBKSDA Riau dan PRHSD serta sejumlah aparat kepolisian setempat menempuh jalur darat dan air.

Sepanjang perjalanan, sejumlah petugas medis mengecek kesehatan harimau tersebut, sambil menghela napas. Sebab, harimau yang dipikul itu beratnya sekitar 80 kilogram.

"Perjalanan yang ditempuh semak belukar dan juga melewati kanal menggunakan perahu," sebut Suharyono.

Harimau yang terkena jerat liar yang sengaja dipasang pemburu ini, beruntung cepat diketahui. Jika tidak, satwa yang dijuluki 'Datuk' oleh masyarakat Riau ini, akan bisa mati perlahan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

4 Hal Penting Soal 179 Siswa di Jateng Positif Covid-19, Tatap Muka Dihentikan, Berawal Gejala Demam dan Batuk

Regional
15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

15 Orang Positif Corona, PN Bandung Ditutup

Regional
Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Regional
Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Kisah 4 Nelayan Terombang-ambing 12 Jam di Laut Usai Kapal Karam Dihantam Ombak

Regional
Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Melihat Kapasitas dan Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Riau

Regional
Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Sederet Fakta Penembakan Mobil Alphard di Solo, Pelaku dan Korban Punya Hubungan Keluarga hingga Dijerat Pasal Pembunuhan

Regional
Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Bertemu Moeldoko, Ini Permintaan Ridwan Kamil soal Covid-19

Regional
Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Ini Mayoritas Usia Pasien Covid-19 yang Meninggal di Kulon Progo

Regional
179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

179 Siswa SMK di Jateng Positif Covid-19, Ini Komentar Ganjar

Regional
Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Hasil Survei Indikator Politika Indonesia Menunjukkan Zairullah-Rusli Unggul, Ini Tanggapan Relawan

Regional
Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

Regional
5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

5 Tenaga Pendidik SMA di Cianjur Terpapar Virus Corona

Regional
Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Regional
Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X