Wagub NTT Minta Pelaku Penyelundupan Komodo Dihukum Seberat-beratnya

Kompas.com - 27/03/2019, 23:29 WIB
Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSalah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar

LABUAN BAJO, KOMPAS.com--Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Yosef Nai Soi meminta penegak hukum di Polda Jawa Timur menghukum pelaku dugaan penyelundupan 41 komodo.

Hukuman itu demi keadilan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur umumnya dan Manggarai Barat khususnya.

Demikian permintaan Yosef Nai Soi saat dihubungi KOMPAS.com, Rabu (27/3/2019) malam melalui saluran telepon selulernya.

Baca juga: Reaksi Dinas Pariwisata NTT soal Penyelundupan Komodo di Surabaya

Nai Soi mengatakan, kasus penyelundupan komodo baru ketahuan sekarang. Dia menduga penyelundupan itu mungkin sudah berlangsung lama, baik dari kawasan Taman Nasional Komodo maupun dari daratan Pulau Flores.

“Binatang komodo yang sangat langka di dunia sudah dilindungi sehingga tidak bisa dijual dan diselundupkan,” jelasnya.

Dia menambahkan, Pemprov NTT sangat prihatin dan memberikan apresiasi kepada aparat Polda Jawa Timur yang mengungkap kasus penyelundupan komodo.

Penyelundupan 41 anak komodo, lanjut Nai Soi, sangat merugikan bagi Pemprov NTT khususnya kawasan Taman Nasional Komodo.

“Pemprov NTT sangat prihatin dengan kasus dugaan penyelundupan komodo yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab. Ini sangat merugikan kelangsungan satwa Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo dan di daratan Pulau Flores,” ungkapnya.

Nai Soi menegaskan, kebijakan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup sementara kawasan Taman Nasional Komodo sangat tepat demi kelangsungan konservasi komodo.

“Mulai 1 Januari 2020, kawasan konservasi Taman Nasional Komodo akan ditutup sementara demi konservasi komodo,” jelasnya.

Nai Soi menjelaskan, kasus penyelundupan satwa langka komodo akan disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X