Usai Dipenjara 5 Bulan, 1 Warga Jepang Penambang Emas Ilegal di Nabire Dideportasi

Kompas.com - 27/03/2019, 11:48 WIB
Ilustrasi deportasi. ShutterstockIlustrasi deportasi.

TIMIKA, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Papua, mendeportasi satu warga negara asing (WNA) asal Jepang, Kaneda Hisashi, Rabu (27/3/2019).

Kaneda dideportasi karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal dengan bekerja sebagai penambang emas ilegal di Kabupaten Nabire.

Sebelumnya, Kaneda telah menjalani masa hukuman selama 5 bulan 15 hari dan denda Rp 10 juta subsider 15 hari di Lapas Nabire karena divonis bersalah.

"Kaneda telah melakukan tindak pidana keimigrasian menyalahgunakan izin tinggal pasal 122 huruf (a) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, sebagai penambang emas ilegal di Kabupaten Nabire dan divonis bersalah sesuai putusan Pengadilan Tinggi Jayapura No. 10/Pid.Sus/2019/PT JAP, tertanggal 4 Maret 2019," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Mimika, Jesaja Samuel Enock, dalam konfrensi persnya, Rabu (27/3/2019).

Kaneda telah selesai menjalani hukuman pada Selasa, 26 Maret 2019, sesuai surat lepas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nabire nomor W30.EH.PK.01.01.01-277.

Baca juga: 5 Fakta Penangkapan 20 WNA di Palembang, Jasa Pijat Rp 4,5 Juta hingga Sanksi Deportasi dan Pidana

Pada hari yang sama Kaneda pun telah diserahterimakan dari Lapas Nabire kepada kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka kantor Imigrasi Mimika mendepotasi Kaneda ke negara asalnya melalui TPI Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan Kaneda pun dimasukkan ke daftar penangkalan.

"Sementara untuk 8 WNA lainnya masih menjalani sisa hukuman dan akan dideportasi setelah masa hukuman selesai," pungkas Jesaja.

Sebelumnya, pada Rabu (13/3/2019) lalu Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika juga mendeportasi 12 WNA. Mereka terdiri dari 11 orang warga negara China atas nama Wu Jiming, Wu Jiang, Li Shihong, Li Changfu, Li Yuling, Luo Yubing, Tang Gang, Ouyang Weishan, Gong Xiaojun, Wu Xiaoming, Yang Enlong, dan satu orang warga negara Korea Selatan, Go Seong Yong.

Baca juga: Selama 2018, Imigrasi Surakarta Deportasi 7 WNA Lebihi Masa Tinggal

Mereka dipidana melanggar pasal 122 huruf (a) UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, sebagai penambang emas ilegal di Kabupaten Nabire dan divonis bersalah sesuai putusan Pengadilan Negeri Nabire No. 100 - 102/Pid.Sus/2018/PN.Nab tertanggal 12 Desember 2018.

Untuk diketahui, kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika pada Juni 2018 lalu menangkap 21 WNA, terdiri dari 16 WNA China, 4 WNA Jepang dan satu WNA Korea Selatan, karena ditemukan menambang emas ilegal di Kampung Mosairo dan Lagari, Distrik Makime, Kabupaten Nabire.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Regional
Remaja Wanita yang Dijual Tantenya Bakal Dijajakan di Jayapura

Remaja Wanita yang Dijual Tantenya Bakal Dijajakan di Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X