Selama 2018, Imigrasi Surakarta Deportasi 7 WNA Lebihi Masa Tinggal

Kompas.com - 01/01/2019, 11:36 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Said Ismail (tengah) dan jajarannya dalam konferensi pers capaian kinerja Tahun 2018 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jawa Tengah, Senin (31/12/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Said Ismail (tengah) dan jajarannya dalam konferensi pers capaian kinerja Tahun 2018 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jawa Tengah, Senin (31/12/2018).


SOLO, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jawa Tengah, telah mendeportasi 7 warga negara asing ( WNA) selama tahun 2018.

Mereka umumnya melanggar UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Mereka rata-rata penyalahgunaan izin tinggal. Ada yang overstay alias melebihi masa tinggal," ungkap Kasi Intelijen Penindakan Keimigrasian (Inteldakin) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Sigit Wahjuniarto dalam konferensi pers capaian kinerja Tahun 2018 di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jawa Tengah, Senin (31/12/2018).

Tujuh WNA yang dideportasi itu ada dari Malaysia, Belanda, India, dan Taiwan. Mereka ada yang bekerja dan menikah dengan warga negara Indonesia.

Selain mendeportasi 7 WNA, sambung Sigit, pihaknya juga telah melakukan upaya pro-justicia terhadap 3 orang WNA.

Baca juga: Meksiko Bakal Deportasi 500 Migran yang Berulah di Perbatasan AS

Sigit mengungkapkan, jumlah WNA yang dideportasi pada tahun ini mengalami penurunan.

Tahun 2017, katanya, ada 27 WNA yang dideportasi dan upaya pro-justicia terhadap 2 WNA.

"Jumlah WNA yang kami deportasi tahun ini mengalami penurunan hingga 75 persen," imbuh dia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta Said Ismail mengatakan, pihaknya melibatkan tim pengawasan orang asing (timpora) yang terdiri dari imigrasi, kepolisian, TNI, Kejaksaan dan Kebangpol untuk mengawasi kegiatan para WNA apabila menyalahi visa izin tinggal.

"Kami terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan atau aktivitas WNA melibatkan instansi yang telah kami bentuk, yaitu timpora apabila mereka menyalahi kegunaan visa izin tinggal yang kami berikan," ungkapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X