Penjual Ikan Koi Ditangkap karena Lecehkan Pengasuh Pondok Pesantren Trenggalek

Kompas.com - 26/03/2019, 18:46 WIB
Seorang tersangka penyebar ujaran kebencian, ditangkap polisi Trenggalek Jawa Timur. Pelaku diketahui telah menghina seorang pengasuh pondok pesantren di Trenggalek Jawa Timur melalui media sosial, (26/3/2019) KOMPAS.com/SLAMET WIDODOSeorang tersangka penyebar ujaran kebencian, ditangkap polisi Trenggalek Jawa Timur. Pelaku diketahui telah menghina seorang pengasuh pondok pesantren di Trenggalek Jawa Timur melalui media sosial, (26/3/2019)

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Kepolisian menangkap Sutrisno (40), tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap seorang pengasuh pondok pesantren ternama di Trenggalek, Jawa Timur.

Pelaku ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Trenggalek setelah terbukti menulis dan memposting kalimat bernada melecehkan dan menyudutkan melalui media sosial Facebook.

Sutrisno menggunakan akun media sosial bernama Ridwan S yang diketahui merupakan akun abal-abal.

Pelaku yang tercatat sebagai warga Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari ini merupakan penjual ikan koi, dan ditangkap oleh polisi pada Kamis (21/3/2019), sekitar pukul 09.00 WIB.

“Peristiwa itu diketahui setelah ada laporan pada Minggu (17/3/2019) lalu,” ujar Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Selasa (26/3/2019).

Baca juga: Said Aqil Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Ujaran Kebencian

Kasus ini berawal ketika sutrisno menggunakan akun abal-abal bernama Ridwan S, menanggapi dan mengomentari sebuah tautan yang dibagikan di halaman akun milik korban yakni Musyaroh (50), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek.

Musyaroh membagikan tautan laman berita online pada Jumat (15/3/2019). Tautan media online yang dibagikan di halaman akunnya terkait berita seorang oknum calon legeslatif dari luar daerah melakukan tindakan asusila.

“Pelaku kurang berkenan dan mengomentari dengan kata-kata kotor bernada ujaran kebencian, dan memantik reaksi banyak pihak,” ujar Didit.

Baca juga: Dugaan Ujaran Kebencian, Faizal Assegaf Dilapokan ke Polisi

Merasa dilecehkan dengan kalimat kotor,  Musyaroh yang merupakan pengasuh pondok pesantren kemudian melaporkan akun Ridwan S ke Mapolres Trenggalek. Kasus ini ditangani oleh Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Trenggalek.

Setelah serangkaian penyelidikan, petugas menangkap Sutrisno.

Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku hanya ingin sekedar mengingatkan korban.

“Hanya mengingatkan saja, bukan (simpatisan parpol),” kata Didit.

Kini tersangka telah ditahan di Mapolres Trenggalek. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan seperti screenshot postingan dan sebuah ponsel yang diduga digunakan untuk memposting.

Pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) UURI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik perubahan UU RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X