Buya Syafii: Tangkal Intoleransi dan Radikalisme, Pelajaran Agama Jangan Cuma Penuhi Ranah Pengetahuan

Kompas.com - 25/03/2019, 17:01 WIB
Buya Syafii Maarif saat menjadi pembicara di acara  pembukaan pelatihan pengawas sekolah program penguatan kapasitas auditor dan pengawas sekolah dalam mempromosikan toleransi dan multikulturalisme, di P4TK Matematika Kemendikbud, Jalan Kaliurang Km 6, Sleman, Senin (25/03/2019)KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA Buya Syafii Maarif saat menjadi pembicara di acara pembukaan pelatihan pengawas sekolah program penguatan kapasitas auditor dan pengawas sekolah dalam mempromosikan toleransi dan multikulturalisme, di P4TK Matematika Kemendikbud, Jalan Kaliurang Km 6, Sleman, Senin (25/03/2019)


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai, untuk menangkal intoleransi pada generasi muda, pelajaran agama tidak hanya memenuhi ranah kognitif atau pengetahuan.

Pelajaran agama harus lebih efektif menyentuh moral, etika, dan rasa, tetapi tidak perlu sampai mengubah kurikulum.

"Pelajaran agama lebih ke efektif, moral, etika, dan rasa. Tapi, memang selama ini mungkin kering, otak diisi, tetapi hati dibiarkan telantar," kata Buya Syafii Maarif, Senin (25/3/2019).

Baca juga: LSM elSA: Tahun 2018, Praktik Intoleransi Meningkat di Jawa Tengah

Hal itu dia sampaikan di sela-sela acara pembukaan pelatihan pengawas sekolah program penguatan kapasitas auditor dan pengawas sekolah dalam mempromosikan toleransi dan multikulturalisme di P4TK Matematika Kemendikbud, Jalan Kaliurang Km 6, Sleman.

" Radikalisme dan intoleransi di sekolah harus dibendung. Anak-anak harus disadarkan," ujar Buya. 

Buya mengataan, sikap intoleransi dan paham radikalisme tumbuh karena dahulu kurang dibendung.

Karena itu, jika intoleransi dan radikalisme dibiarkan masuk ke dunia pendidikan, hal itu akan merusak masa depan generasi muda dan bangsa.

Peran pihak sekolah dalam hal ini guru, pengawas, dan kepala sekolah menjadi penting dalam upaya menangkal sikap intoleransi dan radikalisme.

Baca juga: Pemerintah Dinilai Belum Bergigi Tangani Intoleransi dan Radikalisme di Kalangan ASN

Buya menilai, untuk menangkal hal tersebut bisa digunakan pendekatan lunak. Sampaikan dari hati ke hati untuk memberikan pemahaman tentang Bhinneka Tunggal Ika dan sikap toleransi.

"Yang saya ketahui itu, teror yang sudah membunuh banyak orang itu bisa didekati dengan bahasa hati, mereka sadar. Ya memang membutuhkan kesabaran," ujar dia.



Terkini Lainnya

PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

Regional
Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Megapolitan
Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Regional
Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Internasional
KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan

Close Ads X