8 Warga Sulsel Tewas dan 2 Hilang saat Banjir Bandang di Jayapura

Kompas.com - 19/03/2019, 14:13 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan Bupati Toraja dan Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Selasa (19/3/2019). Dok Humas Pemprov SulselGubernur Sulsel Nurdin Abdullah saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan Bupati Toraja dan Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Selasa (19/3/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menerima laporan sebanyak delapan orang warganya tewas saat bencana banjir bandang dan longsor melanda Sentani, Jayapura, pada Sabtu (16/3/2019) malam.

Selain itu, saat ini dua warga Sulsel lainnya dinyatakan hilang. Keduanya hingga kini masih dalam proses pencarian.

Dengan data-data tersebut, Pemprov Sulsel berkomitmen mengirimkan tim relawan dan logistik ke Jayapura, Papua.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah ketika dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (19/3/2019). 

Baca juga: Gubernur Sulsel Bakal Kirim Tim Medis dan Bantuan untuk Korban Banjir di Jayapura

“Saya menyampaikan turut belasungkawa yang mendalam atas bencana di Sentani yang menelan banyak korban jiwa. Sampai sekarang, saya baru menerima laporan ada sebanyak delapan warga Sulsel yang meninggal dan dua orang sementara dalam pencarian akibat tanah longsor,” kata Nurdin. 

Nurdin juga akan mengirimkan tim bantuan ke Sentani, Jayapura, bersama-sama pemerintah setempat untuk membantu melakukan pencarian para korban dan melakukan evakuasi korban yang terseret banjir bandang dan tanah longsor.

“Kita juga akan segera mengirim tim bantuan di Sentani untuk bersama-sama membantu melakukan pencarian para korban. Tim yang akan dikirim yakni tim SAR, BPBD dan tim medis. Selain itu, pengiriman bantuan logistik juga dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita di Sentani, Papua,” tuturnya.

Mengingat banyak warga Sulsel yang merantau dan bekerja di Papua, Nurdin mengaku akan terus melakukan pemantauan terhadap warganya yang terkena bencana.

Baca juga: Penanganan Banjir Bandang di Jayapura, 1.613 Personel Gabungan Diturunkan

“Kita terus berkoordinasi dengan Pemerintah Papua terkait bencana disana untuk melakukan upaya pendataan terhadap warga Sulsel yang menjadi korban,” tambahnya.

Seperti diketahui, bencana banjir bandang menerjang 9 kelurahan di Kecamatan Sentani, Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) kemarin.

Tercatat hingga Selasa (19/3/2019), jumlah korban jiwa mencapai 82 orang dan puluhan orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini Untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
'Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga'

"Suami Saya Salah, tapi Tolong, Jangan Bawa Keluarga"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X