Kompas.com - 11/03/2019, 06:01 WIB
 Sejumlah bangunan rumah nyaris ambruk tertimbun tanah longsor di Kampung Garehong, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).  KOMPAS.com/BUDIYANTO Sejumlah bangunan rumah nyaris ambruk tertimbun tanah longsor di Kampung Garehong, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).


SUKABUMI, KOMPAS.com - Hampir dua pekan, sejumlah warga dihantui rasa was-was bencana tanah longsor susulan di Kampung Cimanggu, Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Hal tersebut menyusul terjadinya bencana tanah longsor setinggi 40 meter dengan lebar 10 meter pada Selasa (26/2/2019) silam. Tanah longsor itu terletak sekitar 10 meter di belakang rumah sejumlah warga.

Data Desa Ciheulang Tonggoh menyebutkan, tanah longsor yang terjadi setelah hujan deras semalaman itu menimbun lahan persawahan yang sudah dipanen sekitar 1.000 meter persegi, kolam seluas 500 meter persegi, saluran irigasi sepanjang 25 meter lebar 3 meter dengan ketebalan tanah sekitar 4 meter.

Selain itu, terdapat pondok penunggu (sawung) kecil yang rusak dan sarana air bersih warga setempat yang berasal dari mata air di sekitar lerengan tebing tanah ikut tergerus hancur. Sehingga, terdapat tiga kepala keluarga (KK) kesulitan mendapatkan air bersih.

Tidak ada korban jiwa dan luka pada peristiwa tersebut. Hanya saja, terdapat dua rumah yang terancam tanah longsor susulan.

Baca juga: Jalan Ruteng-Labuan Bajo di Flores Barat Masih Lumpuh akibat Longsor

"Setelah longsor itu kami memang merasa ketakutan, takut longsor lagi. Karena rumah kami hanya sekitar 10 meter dari tanah yang longsor itu," ungkap Ukat (46), salah satu warga kepada Kompas.com, sambil menunjuk lokasi longsor di belakang rumahnya, Minggu (10/3/2019).

Dia menuturkan, saat tanah longsor itu terjadi dia baru bangun dari tidurnya, lalu mendengar suara gemuruh di belakang rumahnya. Setelah dilihat ke belakang rumahnya, ternyata bagian tebing tanah di pinggiran selokan kecil itu longsor.

"Di lokasi tanah longsor itu sempat ada lubang air dari selokan kecil. Dan sebelum terjadinya longsor, semalaman diguyur hujan," tutur warga yang sudah mendiami rumahnya sejak 2001 itu.

Rumahnya ditempati total 7 jiwa. "Sekarang juga kalau hujan turun, kami selalu ketakutan. Mau mengungsi juga kemana saya enggak tahu," sambung dia.

Warga lainnya yang bertempat tinggal di sekitar lokasi bencana tanah longsor itu mengakui kesulitan air bersih. Karena sumber air bersih yang berasal dari mata air ikut hancur tertimbun tanah longsor.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.