Banjir Bandang Hantam Kecamatan Lewolima NTT, Enam Rumah Rusak

Kompas.com - 09/03/2019, 12:35 WIB
Rumah warga yang dihantam banjir di Kecamatan Lewolema, Flores, NTT, Jumat (8/3/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISRumah warga yang dihantam banjir di Kecamatan Lewolema, Flores, NTT, Jumat (8/3/2019).

LARANTUKA, KOMPAS.com - Banjir bandang melanda pemukiman warga di desa Sinar Hading, Jumat (8/3/2019) menyebabkan enam rumah rusak.

Banjir bandang yang terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Utara Laut Flores bagian timur, khususnya di sekitar Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, NTT, selama 4-5 jam.

Salah satu korban selamat adalah Adrianus Adong. Dia menuturkan banjir terjadi antara pukul 12.00-13.00 WITA. Sebelumnya, terjadi hujan lebat selama beberapa jam.

Adrianus menceritakan kisahnya lolos dari terjangan banjir bandang bersama keluarganya. Menurut dia, saat kejadiandia sedang berada di dalam rumahnya bersama anak dan istrinya. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti suara alat berat hendak melintas. 


Ketika menengok ke belakang rumahnya, Adrianus sudah melihat banjir memasuki halaman belakang rumahnya.

Baca juga: Jasa Marga Bantah Jalan Tol Jadi Penyebab Banjir Bandang Madiun

"Cepat sekali antara suara gemuruh dengan banjir memasuki halaman belakang rumah. Seketika tu saya langsung berlari menuju ke arah istri dan anak-anak," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat.

Bagi Adrianus, bencana banjir bandang ini jadi cobaan terberat lantaran semua harta bendanya terendam banjir. Sementara rumah yang baru ditempatinya selama dua tahun rusak dihempas terjangan banjir.

“Tak ada satupun barang yang bisa saya selamatkan. Motor saya masih terendam banjir dan belum diangkat dari dalam tumpukan lumpur. Rumah saya baru bangun. Kurang lebih baru 2 tahun ini saya tempati," ungkap Adrian terbata-bata.

Kepala Pos Polisi Lewolema Yohanes Dhai mengatakan personel Pospol Lewolema dibantu oleh Anggota Babinsa Kodim 1624 Flores Timur telah melakukan pendataan di rumah warga terdampak banjir bandang.

Baca juga: Penyebab Banjir Bandang di Madiun Menurut Gubernur Jatim Khofifah

“Data sementara yang diiventarisir, sekitar enam rumah warga yang mengalami kerusakan. Diantaranya lima unit rumah mengalami kerusakan ringan akibat terendam dan satu unit rumah mengalami kerusakan berat,” Jelas Yance Dai kepada Kompas.com, Jumat (8/3/2019).

“Hingga saat ini belum ada laporan terkait korban jiwa. Tak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam bencana ini namun kerugian pasti diperkirakan sangat besar karena selain rumah, perkebunan warga, ternak peliharaan juga mati dan fasilitas sarana publikpun turut mengalami kerusakan akibat banjir bandang," jelas Yance.

Ia menghimbau agar warga untuk terus waspada sebab intensitas curah hujan yang tinggi di kawasan utara Laut Flores dapat menyebabkan adanya banjir bandang susulan.

"Curah hujan masih tinggi. Mengingat secara topografi, pemukiman warga di sini berada di areal perbukitan maka potensi terjadinya longsor susulan di gunung sekitaran desa Kawaliwu dan Lewolema masih bisa terjadi. Sebab itu saya menghimbau kepada segenap masyarakat dan pemerintah desa untuk tetap waspada,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X