Kisah Pilu Rasilu, Dipenjara 1,5 Tahun setelah Becaknya Terserempet Mobil

Kompas.com - 01/03/2019, 11:35 WIB
Rasilu (38) pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara hanya bisa menangis saat bercerita kepada Kompas.com terkait musibah yang dialaminya di ruang kunjungan Rumah Tahanan Kelas II a Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kamis (28/2/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYRasilu (38) pengayuh becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara hanya bisa menangis saat bercerita kepada Kompas.com terkait musibah yang dialaminya di ruang kunjungan Rumah Tahanan Kelas II a Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kamis (28/2/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Butuh waktu lama untuk menemui Rasilu saat kami tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala.

Negosiasi dengan sipir hingga Kepala Rutan harus dilakukan sebelum Kompas.com mewawancarai tukang becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara itu.

Setelah lebih dari 1 jam menunggu, pintu gerbang penjara akhirnya dibuka dan Kompas.com bersama wartawan lain dipersilakan masuk oleh seorang sipir berbadan tegak.

Sebelum menuju ruang kunjungan, Kompas.com harus menemui terlebih dahulu seorang pegawai lapas. Selanjutnya setelah berdiskusi singkat, Kompas.com kemudian diantar untuk menemui Rasilu.

Tak ada sedikit pun senyum dan tawa yang terpancar dari raut wajah Rasilu, tukang becak yang kini rela mendekam di Rutan Kelas II a Ambon karena kecelakaan maut yang merenggut nyawa penumpangnya pada 23 September 2018 lalu.

Dengan wajah yang tampak murung, pria berusia 38 tahun ini berusaha bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan Kompas.com yang mulai memasuki ruang kunjungan di bagian sisi kiri rutan, Kamis (28/2/2019) siang.

Di ruangan berukuran 4x6 inilah, Rasilu kemudian menumpahkan segala keluh kesahnya, hingga harapan dan doa atas segala cobaan hidup yang amat berat dihadapinya saat ini.

Rasilu menceritakan, sebelum musibah tersebut menimpanya, dia tidak pernah menyangka bahwa niatnya untuk merantau ke Kota Ambon akan berujung petaka hingga membawanya ke penjara.

“Saya tidak menyangka nasib saya akan seperti ini. Saya datang ke Ambon demi keluarga saya, demi kehidupan anak dan istri saya di kampung,” kata Rasilu.

Baca juga: Kisah Seorang Ayah di Aceh Hadiri Wisuda Gantikan Putrinya yang Meninggal

Rasilu memutuskan untuk mengadu nasib ke Kota Ambon sejak Juli 2018 lalu. Saat itu dengan berat hati dia menumpangi kapal menyebrangi lautan dan meninggalkan anak dan istrinya di Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, hanya karena ingin keluarganya tidak hidup susah di kampung halaman.

Namun takdir tak dapat ditolak. Baru dua bulan bekerja banting tulang mencari nafkah sebagai pengayuh becak di Kota Ambon, Rasilu tertimpa musibah. Peristiwa yang tidak pernah diharapkannya itu terjadi saat dia sedang mengantar seorang penumpang bernama Maryam menuju Rumah Sakit dr Latumeten Ambon.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Regional
Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Regional
Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Regional
Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Regional
Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Regional
Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Regional
Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X