Polisi Persilakan Tersangka Video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan" Ajukan Penangguhan Penahanan

Kompas.com - 27/02/2019, 12:19 WIB
Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra (nomor dua dari kanan) . KOMPAS.com/FARIDA FARHANKapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra (nomor dua dari kanan) .

KARAWANG, KOMPAS.com - Polisi mempersilahkan tersangka kasus video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan" maupun keluarga mengajukan penangguhan penahanan.

Tiga wanita terkait kasus video "Jika Jokowi Terpilih, Tidak Ada Lagi Azan", yakni CW, ES, dan IP ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Karawang. Ketiganya

"Penangguhan penahanan adalah hak tersangka atau keluarga. Silakan ajukan ke penyidik," kata Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra saat dikonfirmasi Kompas.com di Mapolres Karawang, Rabu (27/2/2019).

Penyidik, kata dia, tentunya mempunyai alasan subjektif atau objektif untuk mengabulkan atau tidak permohonan penangguhan penahanan tersebut.

Baca juga: Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Video Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan

Ditanya perihal motif para tersangka, Nuredy mengungkapkan, pihaknya berpatokan pada yuridis formil dan yuridis materil, yaitu hanya membuktikan perbuatan itu ada dan cukup bukti untuk ditindaklanjuti dalam tuntutan.

Ia pun mengaku tidak mengenal apakah para tersangka merupakan relawan atau bukan.

"Kami tidak mengenal tersangka relawan atau bukan, bagi polisi penyidikan berlaku sama terhadap seluruh lapisan masyarakat. Kami hanya fokus pada perbuatan yg dilakukan tersangka," katanya.

Bukan pelanggaran pemilu

Nuredy mengungkapkan, kasus tersebut tidak termasuk dalam tindak pidana pemilu. Hal ini diputuskan dalam rapat Gakkumdu bersama Bawaslu dan pihak terkait.

"Sehingga proses penyidikan terhadap tindak pidana umum," katanya.

Baca juga: BPN Akan Beri Bantuan Hukum bagi Tersangka Kasus Video Jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan

Nuredy menyebut peristiwa dalam video tersebut terjadi pada 8 Februari 2019 dan diunggah di media sosial oleh Citra Wida pada 19 Februari 2019. Video tersebut sempat membuat geger warga Karawang dan warganet.

"Pasalnya sama, namun ada yang turut serta, nanti dipilah dalam di kejaksaan," katanya.

CW, ES, dan IP dijerat pasal Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau Pasal 14 atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca juga: Timses Jokowi Dukung Bawaslu Selidiki Video Siswa SD Bernyanyi Pilih Prabowo-Sandi

Ketiganya diamankan oleh polisi di Cikampek pada Minggu (25/2/2019) malam, kemudian dibawa ke Polda Jabar.

Akan tetapi, penyelidikan kemudian dikembalikan ke Karawang. Ketiganya saat ini ditahan di Mapolres Karawang dan menjalani pemeriksaan secara marathon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X