Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/02/2019, 12:29 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur Senin (25/2/2019).

Saat tiba di ponpes tersebut, Prabowo disambut dengan teriakan "Presiden Prabowo" oleh para pendukungnya. Calon presiden yang berpasangan dengan Sandiaga Uno tersebut juga terlihat menyalami beberapa pendukungnya dengan pengawalan yang ketat.

Prabowo bersama rombongan kemudian menuju makam Kyai Haji As'ad Syamsul Arifin yang berada di belakang masjid ponpes untuk ziarah dan nyekar serta membaca tahlil.

Kyai As'ad Syamsul Arifin merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang mendirikan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur.

Baca juga: Tanggapi Pidato Jokowi, Gerindra Sebut Lahan HGU Prabowo Hidupi Rakyat Kecil

Pesantren yang didirikan pada tahun 1908 tersebut mempunyai peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Kyai As'ad ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Saat sambutannya, Prabowo mengucapkan terima kasih karena telah disambut oleh keluarga besar ponpes.

"Kami ini lagi tugas negara, tugas konstitusi, tugas sebagai warga negara dalam menjalankan proses kedaulatan rakyat. Rakyat harus memilih pemimpin dan wakil-wakilnya," kata Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan bahwa dia telah berkeliling ke seluruh nusantara untuk memperkenalkan diri dan memohon amanah pada rakyat.

Baca juga: 5 Fakta Kunjungan Prabowo ke Ponpes Sunan Drajat, Datang karena Diundang hingga Mengaku Tak Berkampanye

Prabowo juga mengatakan telah datang untuk menemui tokoh ulama, guru, pemimpin masyarakat untuk mohon doa restu agar bisa berbakti bagi negara.

Selain nyekar ke makam Kyai As'ad Syamsul Arifin, Prabowo juga bersilaturahmi dengan keluarga besar pondok pesantren. Setelah dari Situbondo, Prabowo juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan dan melakukan pertemuan dengan alim ulama di Kebomas, Gresik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Wabup Banyuasin Serahkan 1.488 Sertifikat PTSL dan Redistribusi Tanah ke 7 Desa

Regional
Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Tangani Stunting, Walkot Ita Sebut Pemkot Semarang Akan Bangun Daycare

Regional
Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.