Banyak yang Merekam tetapi Tak Menolong, Ini Fakta Kasus Mahasiswa Bunuh Diri di Lampung

Kompas.com - 23/02/2019, 15:07 WIB
Ilustrasi. ShanghaiistIlustrasi.

KOMPAS.com — Video rekaman seorang pemuda asal Lampung Selatan, TS (21), yang bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung swalayan di Kota Bandar Lampung, Jumat (22/2/2019), menjadi viral.

Namun, apa yang terekam dalam video itu menimbulkan keprihatinan karena orang yang melihat peristiwa itu memilih untuk merekam TS saat melakukan bunuh diri dan tak membantu TS untuk mengurungkan niatnya.

Menurut ahli hukum, membiarkan seseorang yang hendak bunuh diri melanggar undang-undang yang diatur dalam Pasal 531 KUHP.


Berikut ini fakta lengkap terkait kasus bunuh diri TS di Bandar Lampung:

1. Video rekaman TS bunuh diri mengundang polemik

Ilustrasi bunuh diri.Shutterstock Ilustrasi bunuh diri.

Pada Jumat (22/2/2019) sekitar pukul 16.05, TS tampak berdiri di atap gedung swalayan di Kota Bandar Lampung.

Tindakan TS itu direkam oleh seseorang yang berada di dalam mobil. Dari rekaman video yang beredar, terdengar si perekam video tersebut tertawa-tertawa sambil mengatakan, " Loncat, loncat."

Suara perempuan juga terdengar menimpali si perekam dengan berteriak, "Kan dia loncat beneran, pas gue lagi midioin. Kan gara-gara ngejerit dia loncat beneran," kata sumber suara dalam rekaman yang beredar itu.

Percakapan dalam video tersebut mengundang reaksi warganet dan masyarakat di sekitar lokasi, salah satunya Heni.

"Mereka sibuk untuk mendokumentasikannya, bahkan menyebarkan di sosial media," ujarnya.

Heni menyesal tidak bisa menolong korban dan tidak bisa menggerakkan orang lain untuk menolong.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X