Ini yang Dilakukan Pemkab Kulon Progo untuk Tekan Penyebaran DBD

Kompas.com - 22/02/2019, 15:08 WIB
Pemerintah Kulon Progo meluncurkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk di alun-alun Wates, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/ DANI JPemerintah Kulon Progo meluncurkan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk di alun-alun Wates, Jumat (22/2/2019).

KULON PROGO, KOMPAS.com — Untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, mencanangkan gerakan yang diberi nama Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) di seluruh wilayah Kulon Progo.

Gerakan ini berupa aksi membersihkan seluruh lokasi atau tempat genangan secara serentak yang berpotensi sebagai sarang nyamuk.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan, gerakan bersih-bersih itu diperlukan untuk mendorong masyarakat memerangi penyebaran DBD di Kulon Progo.

"Ternyata ada cara yang lebih efektif dan efisien (menekan DBD). Namun, diperlukan langkah sosialisasi yang tepat agar semangat Gertak PSN ini bisa tersampaikan ke seluruh kalangan masyarakat," kata Sutedjo setelah membuka Gertak PSN di Alun-alun Wates, Jumat (22/2/2019).

Baca juga: Sebanyak 12 Korban Meninggal akibat Demam Berdarah di Kediri

Dinas Kesehatan Kulon Progo mencatat, dari Januari hingga pertengahan Februari, 36 warga Kulon Progo menderita DBD. Jumlah itu meningkat dua kali lipat dibandingkan 2018 pada periode yang sama.

Jumlah penderita DBD juga cukup tinggi dalam dua tahun terakhir, yaitu 79 kasus pada 2017 dan 109 kasus pada 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kulon Progo juga memiliki pengalaman puncak kasus DBD mencapa 381 kaus pada 2016. Tingginya kasus DBD karena saat itu masuk musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Dinas Kesehatan Kulon Progo Theodola Baning Rahayujati mengatakan, pengasapan atau fogging yang dilakukan belakangan ini dinilai tidak efektif mengatasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan nyamuk  penular DBD.

Baca juga: Ada 92 Kasus Demam Berdarah di Gresik, 2 Meninggal Dunia

Fogging dinilai hanya memutus penyebaran nyamuk sementara, tapi dalam tempo cepat nyamuk tetap kembali. Pasalnya, fogging hanya efektif membasmi nyamuk dewasa, tetapi tidak bisa memberantas jentik nyamuk.

"Nyamuk bertelur 400 telur dan dalam satu minggu akan menjadi nyamuk. Kami tidak ingin berulang-ulang," kata Baning.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.