Ada 92 Kasus Demam Berdarah di Gresik, 2 Meninggal Dunia

Kompas.com - 02/02/2019, 16:45 WIB
Suasana di ruang rawat inap salah satu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVISuasana di ruang rawat inap salah satu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019).

GRESIK, KOMPAS.com – Penderita penyakit demam berdarah di Gresik, Jawa Timur, terus meningkat seiring pendataan terbaru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Dari yang semula hanya 33 kasus, saat ini telah menjadi 92 kasus, dan bahkan dua diantara penderita meninggal dunia.

“Dari yang didapatkan teman-teman Dinkes sekarang, jumlahnya meningkat menjadi total 92 kasus. Dengan dua di antaranya meninggal dunia,” ujar Plt Kepala Dinkes Gresik dr Endang Puspitowati, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/2/2019).

Padahal, Endang mengaku jajarannya sudah lama menyosialisasikan tentang bahaya dan langkah-langkah pencegahan penyakit demam berdarah kepada masyarakat, dengan dibantu oleh pihak Puskesmas yang tersebar di seluruh Gresik.

Baca juga: Kasus Demam Berdarah di 5 Daerah Selama Januari 2019

“Kami sebenarnya tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing. Sebab, kami juga sudah ada program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan juga Si Cantik Cerdas yang disingkat dari siap mencari jentik cegah demam berdarah," lanjut Endang.

Endang memperkirakan banyaknya kasus demam berdarah di Gresik karena faktor cuaca dan masyarakat yang belum sadar akan bahaya nyamuk demam berdarah. 

Untuk itu, Dinkes Gresik berjanji bakalmemerangi penyakit demam berdarah, dan terus melakukan sosialiasi kepada warga bersama pihak puskesmas setempat.

Baca juga: Bagaimana Google Trends Bisa Bantu Monitoring Demam Berdarah?

 

Dengan puskesmas juga dihimbau untuk lebih intensif memberikan perawatan kepada korban demam berdarah, yang ada di daerahnya masing-masing.

“Kami juga akan lakukan fogging secara gratis kepada masyarakat, dengan jumlah titik penyemprotan akan kami perluas dari tahun sebelumnya. Semoga dengan langkah-langkah ini, dapat membantu mencegah bertambahnya korban,” kata Endang, yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Ibnu Sina ini.

Pada tahun sebelumnya, Dinkes Gresik melakukan fogging di 12 titik daerah endemik demam berdarah yang tersebar di Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang, Sidayu, Bungah, serta Kebomas.

Pada tahun ini, fogging bakal dilakukan pada 75 titik yang tersebar di beberapa kecamatan, yang warganya tercatat menderita demam berdarah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Ayah, Kakak, dan Sepupu Tak Saling Tahu Telah Memerkosa Remaja Wanita Bertahun-tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X