6 Fakta Penggeledahan Polisi di Rumah Adik Wagub Sumut, Buru Perempuan Berinisial W hingga Polisi Cekal MIS

Kompas.com - 22/02/2019, 11:18 WIB
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto angkat bicara soal tersangka Musa Idi Shah alias Dodi yang menjadi tersangka alihfungsi hutan di Kabupaten Langkat, Minggu (3/2/2019) KOMPAS.com / MEI LEANDHAKapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto angkat bicara soal tersangka Musa Idi Shah alias Dodi yang menjadi tersangka alihfungsi hutan di Kabupaten Langkat, Minggu (3/2/2019)

KOMPAS.com - Video suasana penggeledahan polisi di kediaman MIS pada hari Rabu (31/1/2019) beredar luas di media sosial. Polisi menganggap video tersebut telah mencoreng institusi kepolisian.

MIS alias Dodi, merupakan adik kandung Wakil Gubernur Sumatera Utara ( Sumut) Musa Rajekshah.

Polda Sumut memburu perekam dan pengunggah video berdurasi 17 menit tersebut. Pelaku diancam dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).


Seperti diketahui, MIS yang juga sebagai Direktur PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM), diduga melakukan alih fungsi lahan kawasan hutan lindung menjadi perkebunan sawit seluas 366 hektar di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berikut ini fakta baru kasus MIS di Sumut:

1. Beredar video rekaman penggeledahan berdurasi 17 menit

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Atmaja menunjukkan video penggeledahan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumut di rumah Direktur PT ALAM pada Kamis (31/1/2019) malamKOMPAS.com / MEI LEANDHA Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Atmaja menunjukkan video penggeledahan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumut di rumah Direktur PT ALAM pada Kamis (31/1/2019) malam

Dalam video berdurasi 17 menit yang beredar di media sosial, terdengar suara perempuan dengan emosional bertanya kepada dua personel polisi yang sedang berjaga.

"Saya viralkan ini, pasti, alasannya apa datang ke mari? Alasannya apa? Gak jelas kan? Ya, kami diwajibkan pilih kosong satu, kami enggak mau, inilah makanya kalian datang, kan? Pengkhianat!" ucap perempuan tersebut.

Pada Kamis (31/1/2019) malam, Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Tatan Atmaja yang ditemui wartawan membenarkan peristiwa dalam video itu.

"Kami sudah melihat dan mendapat informasi dari video itu, ada statement tentang tindakan Polda Sumut. Tidak ada itu, kami akan menggelar rapat, mengambil langkah-langkah terkait statemen tersebut. Apakah itu langkah hukum, pastinya kami akan melakukan pemeriksaan," kata Tatan.

Baca Juga: Video Penggeledahan Rumah Adik Wagub Sumut Viral, Polisi Merasa Difitnah

2. Video dianggap mencoreng institusi Polri

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah (tengah) mendatangi Mapolda Sumut untuk memenuhi panggilan penyidik, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/2/2019). Musa Rajeckshah itu diperiksa Polda Sumut dengan kapasitas sebagai mantan direksi PT ALAM, untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus alih fungsi hutan di Langkat. ANTARA FOTO/Septianda Perdana Wakil Gubernur Sumut Musa Rajeckshah (tengah) mendatangi Mapolda Sumut untuk memenuhi panggilan penyidik, di Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/2/2019). Musa Rajeckshah itu diperiksa Polda Sumut dengan kapasitas sebagai mantan direksi PT ALAM, untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus alih fungsi hutan di Langkat.

Menurut Tatan, statement dari video itu telah mencoreng institusi Polri. Pihaknya akan segera mengambil tindakan dan melakukan pemeriksaan terhadap pembuat dan penyebarnya. Katanya, pelaku bisa dikenakan Undang-Undang ITE.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X