KPU Gunungkidul Ajukan Tambahan Kotak Suara

Kompas.com - 22/02/2019, 09:29 WIB
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani Saat ditemui Di kantornya Kamis (3/1/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOKetua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani Saat ditemui Di kantornya Kamis (3/1/2019)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Gunungkidul, Yogyakarta, mengajukan tambahan 200 kotak suara yang digunakan untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Dari puluhan ribu kotak suara yang sudah dirakit, semuanya dalam kondisi siap digunakan.

Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan perakitan 13.868 kotak suara dan diketahui tidak ada kerusakan.

Baca juga: Kotak Suara di Bangka Belitung Rusak dan Tidak Bisa Dirakit

 Saat ini kotak suara sudah disimpan dengan baik di Gudang KPU dan bekas Kantor Pengadilan Agama Wonosari. Namun demikian, setelah dilakukan penghitungan kotak suara, diketahui ada kekurangan untuk kotak suara PPK.

"Setelah dilihat kebutuhannya, ternyata di tingkat PPK itu kekurangan sekitar 200,"kata Hani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (21/2/2019).

Menurut dia, kekurangan ini karena ada perubahan untuk menampung formulir, dari 11 kotak per TPS menjadi 27 kotak suara.

Sehingga, membutuhkan tambahan untuk mencukupi 2700-an TPS. Saat ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU Pusat, dan sudah meminta kekurangan kotak suara.

"Karena setelah kami data ada kekurangan, maka diajukan itu tadi,"ucapnya.

Disinggung surat suara, Hani mengatakan kemungkinan akan dikirim pada pertengahan Maret mendatang.

"Untuk surat suara kemungkinan 19 Maret sudah datang,"katanya.

Perlu diketahui, dalam pemilu mendatang 600-an ribu warga Gunungkidul berhak mengikuti pemilu.

KPU dan pemerintah Gunungkidul terus melakukan penyisiran warga yang belum melakukan perekaman e-KTP agar hak suaranya tidak hilang. 

Kompas TV Pemerintah Kota Jakarta Utara, TNI, Polri, dan KPU Jakarta Utara, menggelar simulasi proses pemungutan suara di TPS. Simulasi pencoblosan digelar di halaman kantor Wali Kota Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan guna persiapan pemerintah kota menghadapi pemilu. Anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara dikumpulkan untuk melakukan pengecekan kotak suara sebelum pemungutan dimulai. Petugas harus menghadapi protes dari warga yang namanya tak terdaftar di TPS hingga saksi dari partai. Di Jakarta Utara, ada 4.000 lebih TPS, 43 di antaranya masih kategori TPS rawan dan nantinya akan dikawal dua personel kepolisian.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

Regional
Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Fakta Mayat Guru SD Ditemukan di Ember, Dibunuh Tetangga dan Pelaku Kecanduan Film Porno

Regional
Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Kunjungi Huntara Lebak, Menteri PPPA Saksikan Sendiri Banyak Pengungsi Tak Pakai Masker

Regional
Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Sultan HB X Minta Masyarakat Tak Khawatir Soal Kondisi Merapi

Regional
Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Eks Staf Ahli Ahok, Rian Ernest, Gagal Ikut Pilkada Batam Via Jalur Independen

Regional
Fakta Komisioner KPU Dipecat karena Nikah Siri, Nikahi Anggota PPK dan Lakukan KDRT

Fakta Komisioner KPU Dipecat karena Nikah Siri, Nikahi Anggota PPK dan Lakukan KDRT

Regional
Jembatan Gantung Putus Saat Dilewati, Warga Sakit yang Ditandu Jatuh ke Sungai dan Meninggal

Jembatan Gantung Putus Saat Dilewati, Warga Sakit yang Ditandu Jatuh ke Sungai dan Meninggal

Regional
Fakta Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi, Didesain Putra Mahkota, Rampung Awal 2021

Fakta Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi, Didesain Putra Mahkota, Rampung Awal 2021

Regional
Akademi TNI dan Pemkot Magelang Disarankan Duduk Bareng, Ganjar: Toh Aset Pemerintah Bukan Pribadi

Akademi TNI dan Pemkot Magelang Disarankan Duduk Bareng, Ganjar: Toh Aset Pemerintah Bukan Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X