Enam Fakta Bencana Karhutla di Riau, Arah Kabut Asap ke Malaysia hingga Kendala Cuaca Panas dan Angin Kencang

Kompas.com - 21/02/2019, 16:04 WIB
Tim Satgas Karhutla berjibaku mematikan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Perkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGTim Satgas Karhutla berjibaku mematikan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Perkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019).

KOMPAS.com - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, semakin meluas.

Cuaca panas dan angin kencang membuat api semakin sulit dikendalikan. Kondisi tersebut membuat kabut asap semakin tebal dan meluas. Usaha terus dilakukan agar kabut asap tak meluas hingga wilayah Malaysia.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus meyelidiki kasus karhutla dan berharap segera menangkap pelaku yang menyebabkan bencana kebakaran di wilayah Riau.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Cuaca panas dan angin kencang jadi kendala

Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman api di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (21/2/2019).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman api di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (21/2/2019).

Akibat kondisi cuaca sangat panas dan angin kencang, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, makin parah.

Berdasar pantauan Kompas.com, Rabu (20/2/2019), kebakaran lahan gambut terjadi di Kelurahan Pergam.

Kabut asap sangat tebal di lokasi kebakaran tersebut. Sebab, api yang ada di dalam gambut masih menyala.

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca yang sangat panas dan membuat gambut dan semak belukar semakin mengering dan sangat mudah terbakar.

Komandan Regu III Manggala Agni Daops Dumai Hamdani mengaku, bencana karhutla di Kelurahan Pergam kembali parah.

"Untuk hari ini bertambah parah. Sebab, cuaca sangat panas dan angin kencang," kata Hamdani saat diwawancarai Kompas.com, di lokasi kebakaran.

Baca Juga: Cuaca Panas dan Angin Kencang, Karhutla di Riau Makin Parah

2. Perjuangan petugas padamkan api

Petugas gabungan dari kepolisian, Manggala Agni, Damkar dan masyarakat berjibaku mematikan api kebakaran lahan di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Petugas gabungan dari kepolisian, Manggala Agni, Damkar dan masyarakat berjibaku mematikan api kebakaran lahan di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat, Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019).

Puluhan petugas gabungan dari Manggala Agni, kepolisian, damkar, dan masyarakat peduli api (MPA) di wilayah Kecamatan Rupat, tampak berjibaku mematikan api, dengan menggunakan mesin pompa air.

Petugas tampak cukup kesulitan melakukan pemadaman. Karena, selain panas terik matahari, ditambah lagi panas kebakaran lahan gambut tersebut.

Sementara itu, untuk sumber air, cukup jauh dari lokasi yang terbakar. Sehingga, petugas beberapa kali menyambung selang untuk menyemprotkan air ke titik api.

"Karena angin kencang, api muncul lagi ke permukaan di beberapa titik. Sehingga kami terus berusaha mematikan api di permukaan dan di dalam gambut. Setelah itu dilakukan pendinginan," kata Hamdani.

Baca Juga: 5 Fakta Bencana Karhutla di Dumai, Status Siaga Darurat hingga Kendala Petugas

3. Polisi buru polisi pelaku pembakar hutan dan lahan

Tim satgas karhutla dan masyarakat berupaya mematikan api kebakaran lahan gambut di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Tim satgas karhutla dan masyarakat berupaya mematikan api kebakaran lahan gambut di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019).

Luas lahan yang terbakar di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, sudah mencapai ribuan hektar.

Kini, kasus kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) tersebut dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Sejauh ini masih proses penyelidikan di beberapa titik kasus karhutla di Kecamatan Rupat," ungkap Kapolsek Rupat AKP Masrial saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (20/2/2019).

Pihaknya mengaku belum bisa memastikan apakah indikasi lahan tersebut sengaja dibakar atau tidak. Namun yang jelas, sebut Masrial, seluruh lahan yang terbakar adalah milik masyarakat.

"Lahan terbakar yang kami selidiki saat ini seluruhnya milik masyarakat. Yang dari pihak perusahaan belum ada terindikasi terbakar. Tapi pihak perusahaan di Kecamatan Rupat ikut membantu untuk pemadaman. Cukup banyak alat dan petugas-petugasnya yang dikerahkan untuk pemadaman ini," kata Masrial.

Baca Juga: Ribuan Hektar Kebakaran Lahan di Bengkalis Riau Diselidiki Polisi

4. Ribuan hektar lahan terbakar di Kecamatan Rupat

Petugas gabungan melakukan pemadaman api karhutla di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019). Petugas berjibaku mematikan api agar tidak semakin membesar dan meluas.KOMPAS.com/IDON TANJUNG Petugas gabungan melakukan pemadaman api karhutla di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019). Petugas berjibaku mematikan api agar tidak semakin membesar dan meluas.

Berdasarkan pantauan data dari Manggala Agni Daops Dumai, luas lahan yang terbakar di wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, mencapai ribuan hektar.

Titik kebakaran tersebar di sejumlah lokasi, antara lain di Kelurahan Terkul, Kelurahan Pergam, Desa Sri Tanjung, Desa Teluk Lecah, dan Desa Kebumen.

Komandan Regu III Manggala Agni Daops Dumai Hamdani mengatakan, di Kelurahan Terkul, luas lahan yang terbakar sekitar 400 hektar, Kelurahan Pergam 360 hektar, Desa Sri Tanjung sekitar 80 hektar, Desa Teluk Lecah 50 hektar dan Desa Kebumen sekitar 40 hektar.

"Kami bersama kepolisian, TNI, damkar dan masyarakat peduli api (MPA) terus berupaya melakukan pemadaman api," ungkap Hamdani.

Baca Juga: Ribuan Hektar Lahan Gambut Terbakar, Kabut Asap Dikhawatirkan ke Malaysia

5. Kabut asap dikhawatirkan sampai ke Malaysia

Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (21/2/2019). Salah seorang pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker saat melintas di jalan.KOMPAS.com/IDON TANJUNG Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (21/2/2019). Salah seorang pengendara sepeda motor terlihat mengenakan masker saat melintas di jalan.
Kabut asap akibat bencana karhutla di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, dikhawatirkan mengarah ke wilayah Malaysia.

Sebab, Kecamatan Rupat berbatasan langsung dengan negeri jiran itu, dibatasi perairan Selat Malaka.

Oleh karena itu, tim Satgas Karhutla berjibaku untuk memadamkan api dengan kekuatan penuh.

"Kami dari kepolisian saat ini bersinergi dengan TNI, Manggala Agni, Damkar dan masyarakat peduli api (MPA) serta masyarakat di Kecamatan Rupat untuk memadamkan api karhutla," kata Kapolsek Rupat AKP Masrial saat ditemui Kompas.com di lokasi lahan terbakar, Rabu.

Baca Juga: Cegah Kabut Asap Mengarah ke Malaysia, Satgas Berjibaku Atasi Karhutla di Riau

6. Ribuan masker dibagikan ke anak sekolah

Petugas kesehatan Puskesmas, pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian membagikan masker di SD Negeri 02 Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (21/2/2019). Pembagian masker ini untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla.KOMPAS.com/IDON TANJUNG Petugas kesehatan Puskesmas, pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian membagikan masker di SD Negeri 02 Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (21/2/2019). Pembagian masker ini untuk mengantisipasi dampak kabut asap karhutla.

Petugas kesehatan membagikan masker di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (21/2/2019).

Hal ini akibat kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah itu.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Rupat dr Dahlia menyampaikan, pembagian masker ini dilakukan mengingat kondisi kabut asap yang memprihatinkan.

"Hari ini kami membagikan 100 masker ke anak-anak sekolah SDN 02 Kecamatan Rupat bersama pemerintah kecamatan dan Polsek Rupat," ucap Dahlia saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.

Masker ini, lanjut dia, berguna untuk mencegah penyakit sesak napas dan penyakit lainnya akibat kabut asap tersebut.

Dia berharap para guru dan orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di luar sekolah maupun di luar rumah.

Selain di sekolah, pembagian masker juga sudah dilakukan di lingkungan masyarakat beberapa hari lalu.

Baca Juga: Kabut Asap di Bengkalis, Petugas Kesehatan Bagikan Masker ke Siswa SD

Sumber: KOMPAS.com (Idon Tanjung)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X