Mahfud MD: Sudah Ada Gejala yang Coba Mengoyak Ikatan Kebangsaan Kita

Kompas.com - 21/02/2019, 15:07 WIB
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, saat menghadiri acara acara Dialog Kebangsaan seri VII di Stasiun Kereta Api Jombang, Rabu (20/2/2019). KOMPAS.com/MOH. SYAFIIKetua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, saat menghadiri acara acara Dialog Kebangsaan seri VII di Stasiun Kereta Api Jombang, Rabu (20/2/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, persatuan bangsa Indonesia sedang mengalami banyak gangguan menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Mahfud menyebut, saat ini sudah muncul gejala dan sistem yang mencoba mengganggu ikatan seluruh elemen  kebangsaan Indonesia.

Hal itu dikatakan Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam 'Dialog Kebangsaan: Meneladani Patriotisme Arek Suroboyo Bagi Indonesia Emas 2045', di Stasiun Gubeng, Surabaya, Kamis (21/2/2019).

"Karena itu kita datang untuk menyerukan pengokohan ikatan kebangsaan. Karena sekarang sudah banyak gangguan terhadap kebersatuan kita," kata Mahfud.

Ketua Suluh Kebangsaan ini menyebut bahwa nilai kebangsaan Indonesia tidak runtuh. Informasi yang menyebut nilai kebangsaan Indonesia runtuh inilah yang sering menimbulkan hoaks di masyarakat.

Baca juga: Mahfud MD: Sekarang Banyak Upaya Mengadu Domba Rakyat

"Saya tidak pernah bilang nilai kebangsaan kita runtuh. Ada gejala, ada sistem yang mengganggu ikatan kebangsaan kita. Misalnya, fitnah-fitnah melalui hoaks yang selalu diproduksi, meskipun sudah diluruskan," ujar dia.

Selain itu, dalam kontestasi Pemilu 2019, masih sering ditemui adu domba dari pihak-pihak yang mengatasnamakan perjuangan.

"Ada misalnya saling tuding berdasar ikatan primordial. Kamu agama ini, kamu agama itu, kamu masuk surga, kamu masuk neraka, gitu-gitu loh. Yang sering mengatasnamakan perjuangan dan itu mengoyak ikatan kebangsaan kita," ucap Mahfud.

Pria kelahiran Sampang, Madura, ini mengingatkan bahwa Indonesia punya hajatan besar berupa pesta demokrasi untuk memilih pemimpin lima tahun ke depan.

Lantas, apakah kedua kubu baik itu kubu capres 01 maupun kubu capres 02 ikut memproduksi hoaks, Mahfud menyebut, pihak yang memproduksi hoaks bisa berasal dari mana saja.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X