APK Beberapa Partai Dirusak Oknum, Politisi Nasdem Lapor Polisi

Kompas.com - 15/02/2019, 20:26 WIB
Alat Peraga Kampanye (APK) Di ruas Jalan Utama Yogyakarta-Wonosari tepatnya di Hutan Tleseh Terpantau Rusak Junat (15/2/2019)KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Alat Peraga Kampanye (APK) Di ruas Jalan Utama Yogyakarta-Wonosari tepatnya di Hutan Tleseh Terpantau Rusak Junat (15/2/2019)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Sejumlah Alat Peraga Kampanye ( APK) milik sejumlah calon anggota legislatif (caleg) di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, diduga dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Polisi sudah menerima beberapa laporan terkait kerusakan APK.

Salah seorang yang melaporkan kasus perusakan APK, Suharno mengatakan, beberapa APK miliknya dan anaknya diduga dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu dilihat dari beberapa APK milinya yang terpasang di kecamatan Karangmojo dirusak dengan cara merobek rontek dan juga melempari rontek dengan cat.

Ia menduga perusakan APK tersebut dilakukan oleh provokator yang ingin memperkeruh suasana selama masa mendekati pemilu 2019. Sebab, tak hanya miliknya tetapi caleg partai lain juga mengalami hal serupa.


"Saya menduga adanya provokator karena APK partai lainnya yang kebetulan didekat daerah pilihan (dapil) saya dirusak sedangkan rontek saya aman-aman saja. Saya tidak suka hal tersebut," katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (15/2/2019).

Baca juga: Puluhan APK Caleg Rusak, PDI-P Lapor Bawaslu

Politisi partai Nasdem ini mengaku sudah melaporkan kasus ini ke pihak Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) dan Kepolisian. Hal ini untuk mencegah perpecahan antar anak bangsa.

"Sudah kami laporkan ke pihak terkait. Untuk meredam kemarahan teman-teman, semalam saya juga sudah berkumpul laskar, tetapi saya menahan teman-teman jangan sampai ada keributan," ucapnya.

Pantauan Bawaslu

Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Gunungkidul Is Sumarsono mengakui sudah mendapatkan laporan empat parpol terkait dugaan perusakan baik APK maupun bahan kampanye.

"Gerindra tidak bisa diproses karena stiker merupakan bahan kampanye bukan APK, sedangkan laporan dari partai PAN yang mengalami hilag bendera sudah dicabut. Sekarang yang kami proses laporan dari PDI-P dan Nasdem yang kedua calegnya mengalami hal yang sama yaitu rusak ronteknya,"ucapnya.

Pihaknya melakukan pemantauan di lapangan Bawaslu menemukan APK yang dirusak tidak hanya milik Suharno saja. "Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak terkait," ujarnya.

Baca juga: Di Gunungkidul, Caleg Bandel Terus Menerus Nekat Pasang APK di Lokasi Terlarang

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengakatan, pihaknya sudah menyebar anggota di lapangan terkait perusakan APK. Dirinya mengaku tidak akan segan menindak para pelaku perusakan, karena sudah menimbulkan keresahan masyarakat.

"Jangan sampai kita terprovokasi jangan asal menuduh dan berprasangka tidak baik karena kalau sudah saling menuduh jika bergaul tentu saja tidak baik," ucapnya.

Ia mengimbau kepada Partai Politik, maupun Caleg untuk melaporkan kasus perusakan ke pihak Bawaslu ataupun kepolisian. Harapannya tidak ada upaya main hakim sendiri. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, dan jangan terprovokasi,"katanya

Sebelumnya, PDI Perjungan sudah melaporkan kasus dugaan pengrusakan APK. Dari pantauan, di jalan Yogyakarta-Wonosari terutama di sekitar Hutan Tleseh dari puluhan APK yang terpasang beberapa diantaranya rusak. Namun belum jelas kerusakan itu akibat faktor alam ataupun sengaja. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
Close Ads X