Cabuli Siswi SD, Seorang Petani asal Kecamatan Komodo Dibekuk Polisi

Kompas.com - 13/02/2019, 12:41 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan


KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), membekuk FW (36), karena terlibat kasus pencabulan.

FW yang berprofesi sebagai seorang petani asal Dusun Cumbi, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, itu ditangkap karena mencabuli B (12), siswi SD Kelas VI salah satu sekolah di wilayah itu.

"Karena tak terima anaknya dicabuli, orangtua korban kemudian melapor ke polisi, sehingga kami tangkap pelaku," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, kepada Kompas.com, melalui telepon selulernya, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Kepala Desa di Riau Cabuli Anak di Bawah Umur, Modusnya Urus KIP

Julisa mengatakan, kejadian itu bermula pada bulan Januari 2018 lalu, pelaku bertemu dengan korban yang tak lain adalah tetangganya di kebun kopi.

Saat itu, pelaku meminta korban untuk berhubungan badan, dengan iming-iming uang Rp 20.000.

Korban menolak, sehingga pelaku memerkosa korban di kebun kopi milik warga.

Kejadian itu, lanjut Julisa, membuat korban tidak memberitahukan kepada keluarganya, karena mendapat ancaman dari pelaku.

Selanjutnya, pada September 2018, pelaku lagi-lagi melancarkan aksi bejatnya dan memerkosa korban.

"Pelaku memaksa korban dengan ancaman akan membunuh keluarga korban jika tidak menuruti kemauan pelaku. Sehingga, korban menjadi takut dan terpaksa mengikuti keinginan pelaku," ujar Julisa.

Peristiwa tersebut membuat korban trauma dan akhirnya melapor ke keluarga.

Pihak keluarga melaporkan ke Polres Mabar pada akhir Januari 2019 kemarin. Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sempat bersembunyi dan dapat menangkapnya pada awal Februari 2019.

Baca juga: Cabuli Anaknya hingga Hamil, Hasan Diringkus Polisi

Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Manggarai Barat.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 (1) dan (2) dan Pasal 82 (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU, dengan sanksi pidana maksimal 15 tahun penjara.

"Saat ini, anggota Polres Manggarai Barat sedang melakukan pendampingan terhadap korban untuk menghilangkan trauma korban," ujar dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Muncikari Prostitusi Online, Mahasiswa di Yogyakarta Ditangkap Polisi

Jadi Muncikari Prostitusi Online, Mahasiswa di Yogyakarta Ditangkap Polisi

Regional
Saat RRI Surabaya Tak Mengudara karena Corona

Saat RRI Surabaya Tak Mengudara karena Corona

Regional
Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 2 Bulan, Terbongkar Setelah Diantar Tante Berobat ke Puskesmas

Seorang Ayah Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 2 Bulan, Terbongkar Setelah Diantar Tante Berobat ke Puskesmas

Regional
BMKG: Luwu Utara Masih Potensi Diguyur Hujan hingga 4 Hari Mendatang

BMKG: Luwu Utara Masih Potensi Diguyur Hujan hingga 4 Hari Mendatang

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan di Muara Kubu Ditemukan Meninggal

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan di Muara Kubu Ditemukan Meninggal

Regional
19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

19 Tenaga Medisnya Positif Corona, RSUD IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

Regional
Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Wagub NTB: Jangan Pakai Masker di Dagu dan Bawah Hidung

Regional
3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

3 Bulan Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Gubernur Lukas Enembe Kembali ke Jayapura

Regional
Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Lima Orang Tewas akibat Banjir Bandang Masamba

Regional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Jatim Tertinggi 5 Hari Berturut-turut, Ini Tanggapan Khofifah

Regional
Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Setelah Diterjang Banjir Bandang, Akses Komunikasi Luwu Utara Terputus

Regional
Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Cegah Klaster Baru, Kawasan Industri di Jateng Diminta Bentuk Gugus Tugas Covid-19

Regional
Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Orangtua Angkat Nikahkan Gadis 12 Tahun dengan Pria 45 Tahun

Regional
Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Nekat Terapkan Sekolah Tatap Muka, Wali Kota Jambi: Ini Keputusan Kami, Satgas Lebih Paham

Regional
19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

19 Tenaga Medis RSUD IA Moeis Samarinda Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X