Kepala Desa di Riau Cabuli Anak di Bawah Umur, Modusnya Urus KIP

Kompas.com - 13/02/2019, 12:34 WIB
IlustrasiKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Oknum kepala desa di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, mencabuli seorang anak di bawah umur dengan modus pengurusan Kartu Indonesia Pintar ( KIP).

"Tersangka berinisial J (53), Kepala Desa Padekik di Kecamatan Bengkalis," sebut Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto pada Kompas.com, Rabu (13/2/2019).

Dia mengatakan, oknum kepala desa tersebut ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (12/2/2019), setelah dilakukan penyidikan.


"Sebelumnya diperiksa sebagai saksi. Sekarang sudah ditetapkan tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur," kata Yusuf.

Baca juga: 6 Fakta Pencabulan Ayah Kandung ke Putrinya, Pecandu Video Porno hingga Terjadi Selama 10 Tahun

Dia menjelaskan, oknum kepala desa mencabuli anak berusia 15 tahun yang merupakan seorang pelajar.

"Pelaku mencabuli korban pada bulan Desember 2018 lalu. Namun tersangka tidak ingat hari dan tanggalnya," kata Yusuf.

Dalam aksi tersebut, lanjutnya, awalnya pelaku memberikan sejumlah uang kepada korban. Setelah itu pelaku menghubungi korban untuk pengurusan KIP.

"Pelaku bertemu dengan korban dan mengajak korban jalan-jalan menggunakan mobil," ujar Yusuf.

Di perjalanan, kata dia, pelaku memulai aksinya dengan membujuk rayu korban. Hal itu dilakukan pelaku, karena merasa sudah berjasa terhadap korban.

"Pelaku sering membantu keluarga korban untuk membantu mengurus KIP, karena keluarga korban kurang mampu. Sehingga, dalam proses membantu pengurusan kartu itu, pelaku melakukan tindak asusila terhadap korban," jelas Yusuf.

Pada bulan Januari 2018, aksi pelaku diketahui oleh keluarga korban. Dimana, korban dicabuli saat di dalam mobil pelaku.

Tak terima perbuatan kepala desa tersebut, kata Yusuf, pelaku dilaporkan ke Polres Bengkalis. Setelah bukti cukup, pelaku pun ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis.

Yusuf menyampaikan, pelaku saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Bengkalis. Pelaku dijerat dengan Pasal 82 Jo Pasal 76 Huruf e UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Regional
Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Close Ads X