UGM akan Kirim Surat ke Polisi soal Kesepakatan Penyelesaian Dugaan Pelecehan Seksual di KKN

Kompas.com - 05/02/2019, 12:43 WIB
Dari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMADari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019).


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM telah diselesaikan secara internal.

Karenanya, pihak UGM akan mengirimkan surat secara resmi ke Polda DIY terkait penyelesaian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

"Kami akan menyampaikan surat secara resmi tentang penyelesaian dari peristiwa ini kepada kepolisian," ujar Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM, Paripurna P Sugarda, dalam jumpa pers di kantor rektorat, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM Diselesaikan Secara Damai


Paripurna menuturkan, penyelesaian yang disepakati oleh kedua belah pihak diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi kepolisian dalam mengambil tindakan-tindakan lanjutan.

"Nalarnya adalah, manakala para pihak sudah selesai dengan melihat kemanfaatan para pihak maupun kemanfaatan institusional, maka kita yakin polisi akan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Itu harapan kami," tutur dia.

Dia mengatakan, kasus di KKN UGM pada 2017 tersebut di laporkan ke Polda DIY oleh Arif Nurcahyo. Laporan tersebut dilakukan oleh pribadi Arif Nurcahyo bukan atas nama Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Tidak mengatasnamakan UGM meskipun beliau berstatus sebagai pegawai UGM. Nah, rektor baru mengetahui setelah laporan dilakukan," urai dia.

Dia menyebut, UGM memang tidak meminta kepada Arif Nurcahyo untuk menarik laporan. Sebab, pelaporan tersebut dilakukan atas nama pribadi.

"Pelaporan itu hak setiap warga negara, siapapun bisa melaporkan kasus ini, oleh karena itu kami memang tidak meminta yang bersangkutan untuk menarik, karena itu hak pribadi yang bersangkutan," ujar dia.

Pertimbangan lainnya, lanjut dia, kasus tersebut bukanlah delik aduan. Sehingga, polisi bisa langsung menindaklanjuti dugaan tersebut.

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual saat KKN UGM Dapat Bantuan Biaya Pendidikan

"Kasus ini bukan delik aduan, sehingga kepolisian bisa saja memproses dugaan tindakan ini tanpa harus ada laporan dari pihak manapun," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu akhirnya diselesaikan secara internal.

Penyelesaian ini disepakati oleh HS, AN, dan pihak UGM pada Senin (4/2/2019) dengan menandatangani nota kesepakatan

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Udang Cantik Asal Sulawesi Terancam Punah karena Pencemaran Lingkungan

Regional
Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Detik-detik Kecelakaan Ambulans Jenazah Tabrak Truk yang Tewaskan 5 Orang

Regional
Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Cerita Ibu Hamil 8 Bulan Terpapar Kabut Asap di Riau, Khawatirkan Bayi di Kandungan

Regional
Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Polisi Sebut Telah Menggeledah Rumah Veronica Koman di Jakarta

Regional
Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Video Asusila Berseragam ASN di Jabar Ternyata Guru Honorer di Purwakarta

Regional
Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

Regional
Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Remaja Perkosa Saudari Kandung Gara-gara Video Porno

Regional
Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Ratusan Pekerja Sawit Asal NTT Diberhentikan Tanpa Pesangon

Regional
Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Sungai Cileungsi Kotor Parah, Kang Emil Ambil Tindakan Tegas

Regional
Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Zaenal Tak Hanya Dipukul di Halaman Satlantas, tetapi Juga di Mobil Patroli Polisi

Regional
Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Rusunawa Kaligawe Dilapori Warga Kotor, Wali Kota Hendi Turun Langsung Kerja Bakti

Regional
Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Cerita Pilu Gadis Remaja Disekap 4 Hari dan Diperkosa di Rumah Kosong

Regional
Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Seluruh Wanita di Desa Ini Diteror Pria Cabul Sejak 2018, Ini Modusnya

Regional
Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Kebakaran Hutan Gunung Merbabu Masih Terjadi di Wilayah Boyolali

Regional
Gudang Plastik di Palembang Terbakar Hebat, Tiga Alat Berat Hangus

Gudang Plastik di Palembang Terbakar Hebat, Tiga Alat Berat Hangus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X