Korban Pelecehan Seksual saat KKN UGM Dapat Bantuan Biaya Pendidikan

Kompas.com - 04/02/2019, 21:29 WIB
Dari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMADari kiri ke kanan, Dekan Fakultas Teknik Nizam (menggunakan ikat kepala), Rektor UGM Panut Mulyono, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna P Sugarda dan Dekan Fisipol Erwan Agus saat jumpa pers terkait penyelesaian kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu, di ruang Rektor UGM, Senin (4/2/2019).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan dukungan dana kepada AN, korban pelecehan seksual saat KKN UGM, untuk penyelesaian studi.

Dukungan ini setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi, yakni berupa bantuan uang kuliah tunggal (UKT) dan biaya hidup.

"UGM memberikan dukungan dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian studi Saudari AN," ujar Rektor UGM Panut Mulyono dalam jumpa pers di ruang rektorat, Senin (04/02/2019)

Panut Mulyono menjelaskan, dukungan dana yang diberikan UGM untuk AN ini setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi.

"Setara dengan komponen beasiswa Bidik Misi, berupa pembiayaan UKT dan bantuan biaya hidup," katanya.

Meski kasus pelecehan seksual di KKN UGM pada Juni 2017 lalu telah diselesaikan secara internal, namun AN masih harus menjalani trauma counselling dengan psikolog klinis.

Sementara, HS juga diwajibkan mengikuti mandatory counselling dengan psikolog klinis.

"Psikolog klinis yang ditunjuk oleh UGM atau yang dipilihnya. Sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menangani," katanya.

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KKN UGM Diselesaikan Secara Damai

Panut mengatakan, UGM akan menanggung biaya yang dibutuhkan keduanya selama menjalani konseling.

"UGM akan memfasilitasi dan menanggung sepenuhnya kebutuhan dana konseling baik untuk Saudari AN maupun Saudara HS ," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual di KKN UGM pada pertengahan 2017 lalu akhirnya diselesaikan secara damai.

Penyelesaian ini disepakati oleh HS, AN dan pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin (04/02/2019) dengan menandatangani nota kesepakatan.

Baca juga: Penyidik Polda DIY Minta Keterangan 5 Orang dari Lokasi KKN UGM

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X