Dihantam Ombak, Kapal Pajeko dengan 17 ABK Tenggelam

Kompas.com - 29/01/2019, 18:40 WIB
Proses evakuasi 17 ABK Kapal KM Petra 01 ke kapal Basarnas Ternate KN. Pandudewanata 237, Selasa (29/01/2019) YAMIN ABD HASAN/KOMPAS.COMProses evakuasi 17 ABK Kapal KM Petra 01 ke kapal Basarnas Ternate KN. Pandudewanata 237, Selasa (29/01/2019)


TERNATE, KOMPAS.com – Sebanyak 17 anak buah kapal ( ABK) Pajeko, KM Petra 01, yang tenggelam di sekitar perairan Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas Ternate, Selasa (29/1/2019) sore.

Seluruh ABK asal Sulawesi Utara itu langsung dibawa ke Ternate untuk dilakukan pendataan sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

Kepala Pencarian dan Pertolongan Ternate melalui Kepala Sub Seksi Operasi Saiful Wijanarta menuturkan, saat itu, kapal Basarnas KN Pandudewanata 237 sedang melakukan pencarian terhadap kapal nelayan KM Berkat yang dilaporkan hilang kontak sejak tanggal 28 Januari 2019 di sekitar perairan Batang Dua, Ternate.

Baca juga: Sepuluh Korban Kapal Tenggelam di Muara Digoel Papua Berasal dari Lebak, Banten

Di tengah melakukan pendataan tersebut, Basarnas Ternate menerima emergency call dari Capt Rifandi Singale (KM Petra 01), bahwa kapal mereka mengalami kecelakaan dan tenggelam di Perairan Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Ternate.

“Namun, seluruh ABK berhasil dievakuasi ke Pulau Mayau dalam keadaan selamat. Selanjutnya Capt KM Petra 01 meminta izin kepada Basarnas Ternate untuk membantu proses evakuasi seluruh ABK dari Pulau Mayau menuju ke Ternate,” ujar Saiful.

Sementara, Capt Rifandi Singale mengatakan, kejadian itu terjadi pada Minggu (27/1/2019) pukul 13.00 WIT, di mana fiber bagian haluan sebelah kanan pecah terhantam ombak.

Mereka sempat putar haluan ke Manado, namun papan lunas haluan tercabut sehingga mengakibatkan kebocoran.

“Dari situ saya melakukan emergency call, kemudian jam 18.00 WIT kapal tenggelam dan menaiki sampan kecil dengan mesin 15 PK baringan 240 tujuan Tagulandang, berhubung arus kuat makanya kami terdampar di Pulau Mayau, dan dievakuasi oleh Kapal Ayuda Kupang Jaya 05 menuju Pulau Mayau pada Senin (28/1/2019), setelah itu barulah kapal Basarnas datang dan kami dievakuasi ke sini (Ternate),” kata Rifandi.

Baca juga: Kapal Tenggelam, 3 Nelayan Selamatkan Diri dengan Berpegangan pada Fiber

Adapun, 17 ABK tersebut yaitu Rifandi Singale (Capt), Hermanto Halibaul, Mario Tampilang, Andreas HH Bidala, Alan Dalince, Viky Balahai, Agusto PK Bawole, Herman Dadu, Lukis Wawa, Ritwan FF Lala, Alvin Saojab, Viky Tumimbang, Romalia Lasarus, Maurlino Mandagi, Fandi Tumimbang, Lery Makagansa serta Daniel W Salinggir.

Sementara, unsur yang terlibat di antaranya Basarnas Ternate, Satjar Korem 152/Bbl, Pangkalan TNI AL Ternate, Ditpolairud Polda Malut, Polres Ternate, SROP Ternate, ORARI, RAPI, FKPPI serta keluarga korban. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X