Kompas.com - 29/01/2019, 11:30 WIB
Dengan kentong barung, Jono menemukan musik tongling ditengah kesunyian dukuh Wono Mulyo di Kaki Gunung Lawu, KOMPAS.com/SUKOCODengan kentong barung, Jono menemukan musik tongling ditengah kesunyian dukuh Wono Mulyo di Kaki Gunung Lawu,

MAGETAN , KOMPAS.com - Kabut putih perlahan turun menggantikan gerimis yang baru saja menuntaskan tugasnya membasahi bumi pada sore itu. Meski suhu udara sedikit di bawah 20 derajat celcius, warga Dukuh Wono Mulyo, Desa Geni Langit, Kabupaten Magetan, Jawa Timur seolah tidak terusik.

Para petani terlihat pulang dari kebun dengan membawa hasil kebun berupa sayuran jenis daun sop maupun wortel atau rumput untuk pakan ternak di boncengan motor mereka.

Ditengah kabut putih turun perlahan ke bumi, sayup terdengar suara berat dari barung, sebuah alat musik yang terbuat dari bambu dari dalam ruang serbaguna vihara yang terletak di ujung desa.

Suara barung kemudian ditingkahi dengan ketukan kentong membentuk harmonisasi yang cukup syahdu.

Suasana bertambah syahdu ketika suara seruling dengan nada rendah memainkan sebuah melodi tentang Desa Wono Mulyo dengan aktivitas warganya yang bertani di kesunyian lereng Gunung Lawu. Awan turun bergunpal semakin menebal menyelimuti Dukuh Wono Mulyo.

Baca juga: Keluarga Sudah Ikhlas, Pencarian Alvi di Gunung Lawu Dihentikan

Sayangnya musik tongling (dari kata kentongan dan seruling) tidak bisa dimainkan utuh sore itu karena personil untuk memainkan peralatan tidak lengkap. Untuk mendengarkan musik tongling secara utuh setidaknya dibutuhkan 10 pemain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau musim tanam begini memang tidak lengkap karena semua warga yang menjadi personil musik tongling sibuk di kebun,“ ujar pimpinan musik sekaligus penemu musik tongling Jono (65) alias Harjono, Senin (28/01/2019).

Berawal dari ronda keliling kampung

Musik tongling menurut Jono berawal dari rutinitas ronda keliling yang wajib dilakukan warga untuk menjaga keamanan lingkungan pada tahun 1966 pascapemberontakan PKI. Sambil memainkan dua hingga empat kentongan, warga keliling kampung menjaga keamanan.

Kepiawaian megharmonisasi gong karawitan saat masih bersekolah membuat Jono melakukan eksperimen dengan menambah alat seruling pada kentongan yang dimainkan. Dengan seruling Harjono mampu memainkan lagu dalam permainan kentongnya saat keliling kampung.

ke halaman selanjutnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.