Datang ke Madiun, Grace Natalie Buktikan Rp 100.000 Tak Hanya Dapat Cabai dan Bawang

Kompas.com - 27/01/2019, 17:32 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie berbincang dengan warga yang berbelanja di Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu ( 27/1/2019). KOMPAS.com/ MUHLIS AL ALAWIKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie berbincang dengan warga yang berbelanja di Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu ( 27/1/2019).

MADIUN, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie mendatangi Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (27/1/2019).

Tak sekadar datang, Grace juga berbelanja dan mengecek harga pasar untuk melawan hoaks tentang harga kebutuhan makanan.

"Kami cek harga ke pasar dan melawan hoaks-hoaks yang beredar. Hoaks itu seperti tempe setipis kartu ATM hingga belanja Rp 100.000 cuma dapat cabe dan bawang," ujar Grace seusai berbelanja di Pasar Besar Kota Madiun, Minggu ( 27/1/2019).

Baca juga: Grace Natalie Kecam Pemberian Remisi Pembunuh Wartawan di Bali


Setelah berkeliling belanja di Pasar Besar Kota Madiun, mantan presenter televisi swasta itu membuktikan harga jual bahan pokok makanan di pasar masih sangat terjangkau oleh warga.

"Buktinya dengan uang Rp 100.000, Grace bisa membeli aneka kebutuhan bahan pokok makanan. Nyatanya tadi dengan uang seratus ribu saya bisa beli ayam, beras, lombok, telur dan banyak lagi," ungkap Grace.

Bahkan, dari hasil belanjaannya di Pasar Besar Kota Madiun, kata Grace, dapat digunakan untuk makan dua hingga tiga hari ke depan.

Baca juga: Ganjar Minta Bupati/Wali Kota di Jateng Ikut Intervensi Harga Cabai

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Bupati Trenggalek Berharap Santri Menjadi Pelopor Toleransi dan Perdamaian

Regional
Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Fakta Lengkap Kasus 4 Kucing Disiksa di Pontianak, Pelaku Jalani Tes Kejiwaan hingga Satu Ekor Mati

Regional
Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Pemdaprov Jabar Dukung Pemberdayaan Ekonomi Melalui UP2K

Regional
Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Ganjar: Ramalan Santri Tentang Prabowo Jadi Kenyataan

Regional
Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Mampu Selesaikan Tantangan Gubernur Banten, 2 Santri Diberangkatkan Umroh

Regional
Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Cerita di Balik Densus 88 Diminta Lepas Sepatu Saat Geledah Kos Terduga Teroris

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X