Ganjar Minta Bupati/Wali Kota di Jateng Ikut Intervensi Harga Cabai

Kompas.com - 14/01/2019, 22:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri Resepsi di Pura Pakualaman (Foto dokumentasi Panitia Dhaup Ageng) KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri Resepsi di Pura Pakualaman (Foto dokumentasi Panitia Dhaup Ageng)

SEMARANG, KOMPAS.comGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meradang melihat harga cabai merah keriting di tingkat petani yang dibeli dengan harga murah antara Rp 7.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.

Padahal di pasaran, harga cabai normal dijual dengan kisaran Rp 15.000 sampai Rp 25.000 per kilogram.

Pemerintah Provinsi Jateng pun bertindak dengan membeli cabai langsung dari petani. Sekitar 10,7 ton cabai dibeli dari petani di tiga daerah dengan harga Rp 18.000 per kilogram.

Selain upaya itu, ternyata pemerintah provinsi juga meminta bantuan para bupati/wali kota untuk ikut menstabilkan harga beli, terutama serapan dari petani.

“Saya meminta agar kendalinya tidak terlalu jauh di tingkat provinsi. Maka kirim surat edaran ke bupati/wali kota untuk menjaga sensitivitas harga cabai dengan cara memantau dan melakukan intervensi harga," ujar Ganjar di Semarang, Senin (14/1/2019).

Baca juga: Jokowi: Memang Tak Bisa Harga Cabai Sampai Rp 10.000, Kasihan Petani...

Surat edaran yang dimaksud yaitu surat bernomor 520/0000579 yang pada pokoknya meminta kepala daerah tingkat II baik bupati/wali kota untuk memerintahkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) membeli cabai langsung dari petani. Ganjar ingin gerakan yang dilakukan di tingkat Jawa Tengah ditiru daerah di bawahnya.

Harga cabai masih akan terus mengalami fluktuasi hingga beberapa minggu ke depan. Saat ini panen cabai baru 50 persen di tingkat petani. Ini artinya masih ada cabai yang siap panen, dan itu harus diintervensi karena harga di tingkat petani rendah," tambahnya.

Sama halnya dengan tindakan pemerintah provinsi, para bupati/wali kota juga diminta membeli komoditas cabai, terutama cabai merah keriting dengan harga Rp 18.000 per kilogram. Bupati diminta menginstruksikan para pegawainya membeli cabai dari petani.

“Saya rasa semua butuh cabai. Maka ayo gerakkan membeli cabai langsung dari petani dengan harga yang pantas,” tandasnya.

Ganjar mengaku pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai harga-harga cabai di tingkat petani, pedagang dan di pasaran. Pria 50 tahun ini bahkan mengaku ikut mengecek sendiri harga kebutuhan barang pokok, termasuk cabai di pasar di Kabupaten Semarang.

Di pasaran, dia menemukan harga cabai merah keriting Rp 20.000 per kilogram. Harga itu diperoleh setelah para pedagang memasok cabai Rp 15.000 per kilogram.

“Harga jual dari petani hanya Rp.9.000 (per kilogram) bahkan ada yang Rp 7.000. Ini kan yang tertawa para tengkulak, sementara petani merugi," katanya.

Baca juga: Harga Cabai Melejit, Satgas Pangan Pastikan Penyebabnya Faktor Cuaca

Sementara itu, pantauan harga kebutuhan pokok melalui Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) pada 14 Januari 2019, harga komoditas cabai merah keriting paling rendah di Kabupaten Demak, Magelang dan Kudus. Di tiga wilayah itu, harga cabai merah keriting di pasaran Rp 15.000 per kilogram.

Sementara di Jepara untuk jenis yang sama Rp 15.333 per kilogram, dan Kabupaten Sragen Rp 15.600 per kilogram. Namun demikian, di beberapa daerah di Jawa Tengah harga cabai bervariasi, ada Rp 17.200, Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X