Kalapas Sidoarjo: Tersangka Mafia Bola Vigit Waluyo Terkena Tifus

Kompas.com - 24/01/2019, 19:18 WIB
Kalapas Kelas II A Sidoarjo, Mochammad Susanni KOMPAS.com/GHINAN SALMANKalapas Kelas II A Sidoarjo, Mochammad Susanni

SIDOARJO, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Sidoarjo, Mochammad Susanni menjelaskan, tersangka pengaturan skor, Vigit Waluyo menderita tifus sebelum dibawa oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola ke Polda Jatim untuk diperiksa, Kamis (24/1/2019).

Menurut Susanni, Vigit terserang tifus setelah menjalani pemeriksaan di laboratorium lapas. Di dalam tubuh Vigit Waluyo ditemukan virus tifus. Sementara jantungnya dalam kondisi normal.

"Namun dari pemeriksaan enzim diketahui bahwa jantungnya pernah ada serangan, karena enzimnya tinggi. Harus hati-hati karena jangan sampai sesuatu hal yang memacu jantungnya mengakibatkan serangan," kata Susanni.

Sebelum pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh pihak Lapas, Vigit Waluyo melalui pengacaranya, Mohammad Soleh, sempat mengajukan pemeriksaan di luar lapas.

"Ketika dia (Vigit Waluyo) pertama kali ke sini kemudian enggak lama ada informasi dari pengacaranya bahwa yang bersangkutan perlu pemeriksaan kesehatan di luar karena jantung,” ujar Susanni.

Baca juga: Mafia Bola Dijerat Pasal Penipuan, Penyuapan, hingga Pencucian Uang

 

Tetapi saat itu, kata Susanni, pihak lapas tidak langsung percaya begitu saja. Karena itu, Susanni langsung mendatangkan petugas kesehatan.

"Tapi kan kami selaku kalapas tidak bisa serta merta langsung percaya. Makanya kita hadirkan, kita periksakan laboratorium, tapi petugas labnya yang ke mari (lapas). Diperiksa lengkap," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola menemukan fakta bahwa tersangka kasus pengaturan skor, Dwi Irianto alias Mbah Putih mengaku mendapat aliran dana Rp 115 juta dari Vigit.

Uang itu diberikan Vigit kepada Dwi untuk mempermudah jalan PS Mojokerto Putra naik kasta dari Liga 3 ke Liga 2.

Baca juga: Dijemput di Lapas Porong, Tersangka Mafia Bola Diperiksa di Mapolda Jatim

Vigit sendiri saat ini beratatus terpidana kasus korupsi di PDAM Sidoarjo. Dia divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara sejak akhir Desember 2018 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.