Khawatir Bencana Longsor, 100 Warga Cisolok Sukabumi Mengungsi

Kompas.com - 22/01/2019, 21:49 WIB
(Ilustrasi) Lokasi mahkota tanah longsor di lereng perbukitan Gunung Sorandil, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTO(Ilustrasi) Lokasi mahkota tanah longsor di lereng perbukitan Gunung Sorandil, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (8/1/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Hujan kembali mengguyur wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019). Lebih dari seratus jiwa warga di wilayah Kecamatan Cisolok, dikabarkan mengungsi karena khawatir terjadi bencana gerakan tanah.

Seratusan warga yang mengungsi itu berasal dari Kampung Bojong, Kadusunan Bojong, Desa Cicadas. Warga mengungsi ke rumah keluarga, kerabat di desa setempat. Selain itu ada juga yang mengungsi di bangunan SD setempat.

"Ya benar warga kami banyak yang mengungsi karena khawatir terjadi bencana gerakan tanah. Karena di antara bangunannya sudah ada yang retak-retak," ungkap Kepala Desa Cicadas Nuharja saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa malam.

Baca juga: Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Longsor di Warungkiara Sukabumi

Dia menuturkan data sementara jumlah warga yang mengungsi ada sebanyak 39 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 120 jiwa. Para pengungsi ini berasal dari dua RT yang jumlah seluruhnya 84 KK dengan 300 jiwa.

"Warga sudah mulai mengungsi sejak Senin kemarin dan hingga Selasa sore. Mereka mengungsi ke keluarganya, dan ada juga yang di SD tapi jumlahnya saya belum cek," tutur Jaro Nuh sapaan akrabnya.

Dia menjelaskan, warga mengungsi karena di kampung Bojong tersebut telah terjadi bencana gerakan tanah sejak tahun lalu. Bangunan-bangunan rumah sudah ada yang terancam ambruk sehingga dipasangi penahan dari bambu.

"Bencana gerakan tanahnya sudah terjadi sekitar satu tahun lalu, dan yang sekarang ini paling parah. Apalagi hujan terus-menerus mengguyur dan hari ini juga hujan lagi," jelas dia.

Baca juga: Trauma Healing Korban Longsor Sukabumi, Makanan ala Hotel hingga Dihibur Artis

"Masyarakat ingin pindah ke lokasi yang lebih aman. Kamipun sudah berkoordinasi dengan Pak Camat Cisolok, dan Pak Camat juga sudah meninjau ke lokasi," sambungnya.

Jaro Nuh menambahkan lokasi Dusun Bojong di Desa Cicadas ini berbatasan dengan Dusun Cimapag di Desa Sirnaresmi. Di Dusun Cimapag, tepatnya Kampung Garehong, pada Senin (31/12/2018) telah terjadi bencana tanah longsor.

"Ya benar berbatasan dengan Dusun Cimapag Desa Sirnaresmi," pungkas Jaro Nuh.

Baca juga: Hingga Hari Terakhir, Inilah 32 Nama Korban Tewas di Bencana Longsor Sukabumi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.